3 Comments

Surga di Telapak Kaki Ibu

Alkisah, seorang pemuda sedang melamar pekerjaan di sebuah perusahaan besar. Dia sudah berhasil lolos di tes-tes pendahuluan. Dan kini tiba saatnya dia harus menghadap kepada pimpinan untuk wawancara akhir.
Setelah melihat hasil tes dan penampilan si pemuda, sang pemimpin bertanya, “Anak muda, apa cita-citamu?”


“Cita-cita saya, suatu hari nanti bisa duduk di bangku Bapak,” jawab si pemuda.
“Kamu tentu tahu, untuk bisa duduk di bangku ini, tidak mudah. Perlu kerja keras dan waktu yang tidak sebentar. Betul kan?” Si pemuda menganggukkan kepala tanda setuju.
“Apa pekerjaan orangtuamu?” lanjutnya bertanya.
“Ayah saya telah meninggal saat saya masih kecil. Ibulah yang bekerja menghidupi kami dan menyekolahkan saya.”
“Apakah kamu tahu tanggal lahir ibumu?” kembali sang pimpinan bertanya.
“Di keluarga kami tidak ada tradisi merayakan pesta ulang tahun sehingga saya juga tidak tahu kapan ibu saya berulang tahun.”
“Baiklah anak muda, bapak belum memutuskan kamu diterima atau tidak bekerja di sini. Tetapi ada satu permintaan bapak! Saat di rumah nanti, lakukan sebuah pekerjaan kecil yaitu cucilah kaki ibumu dan besok datanglah kemari lagi.”
Walaupun tidak mengerti maksud dan tujuan permintaan tersebut, demi permintaaan yang tidak biasa itu, dia ingin mencoba melakukannya.
Setelah senja tiba, si pemuda membimbing ibunya duduk dan berkata, “Ibu nampak lelah, duduklah Bu, saya akan cuci kaki ibu.”
Sambil menatap takjub putranya, si ibu menganggukkan kepala. “Anakku, rupanya sekarang engkau telah dewasa dan mulai mengerti.”
Si pemuda pun mengambil ember berisi air hangat, kemudian sepasang kaki ibunda yang tampak rapuh, berkeriput, dan terasa kasar di telapak tangannya itu mulai direndam sambil diusap-usap dan dipijat perlahan. Diam-diam airmatanya mengalir perlahan.
“Ibu, terima kasih. Berkat kaki inilah ananda bisa menjadi seperti hari ini.”
Mereka pun saling berpelukan dengan penuh kasih dan kelegaan.
Dan keesokan harinya, sang pemimpin berkata, “Coba ceritakan, bagaimana perasaanmu saat kamu mencuci kaki ibumu.”
“Saat mencuci kaki ibu saya, saya mengerti dan menyadari akan kasih ibu yang rela berkorban demi anaknya. Melalui kaki ibu saya, saya tahu, bahwa saya harus bekerja dengan sungguh-sungguh demi membaktikan diri kepada ibu saya.”
Mendengar jawaban si pemuda, akhirnya sang pemimpin menerima dia bekerja di perusahaan itu. Karena sang pemimpin yakin, seseorang yang tahu bersyukur dan tahu membalas budi kebaikan orangtuanya, dia adalah orang yang mempunyai cinta kasih. Dan orang yang seperti itu pasti akan bekerja dengan serius dan sukses.
Netter yang Luar Biasa!
Pepatah “surga di telapak kaki ibu” sungguh mengandung makna yang sangat dalam. Memang kasih ibu tiada tara. Saya yakin! Jika kita mendapatkanrestu, apa lagi didukung oleh doa ibunda, tentu semua itu merupakan dukungan yang mengandung kekuatan luar biasa, yang memungkinkan apapun yang kita lakukan akan mendatangkan hasil yanglebih baik.
Mari, selagi orangtua kita masih hidup: beri perhatian, layani mereka dan cintai mereka dengan setulus hati.
Salam sukses, Luar Biasa!

3 comments on “Surga di Telapak Kaki Ibu

  1. dalam agama islam tidak ada ajaran untuk mencuci kaki ibu bahkan meminumnya.
    tidak ada firman dan hadist mengenai ajaran tersebut.
    itu adalah bid’ah yg dipikir benar tetapi mendekatkan pada kesalahan/dosa.

  2. Akhi Cevin yang budiman.. Cerita di atas tidak ada hubungannya dengan bid’ah. Itu hanya cerita untuk memotivasi kita supaya lebih menyayangi dan menghormati ibu kita,,

    Ridhoallahu fii ridho walidain..
    Hormatilah ibumu, ibumu, ibumu baru bapakmu..

  3. yang jelas artikelnya bagus dan memberikan kita pembelajaran hidup yang lebih baik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: