Leave a comment

Adab Buang Air

Buang air adalah suatu kebiasaan yang kita selalu lakukan setiap hari, oleh karena kebiasaan itulah seringkali kita kurang memperhatikan adab dalam melakukannya dan malah meniru kebiasaan orang kafir. Islam telah mengatur berbagai macam hal sampai kepada hal hal yang kecil seperti buang air ini. Dalam hal buang air ini beberapa hal yang perlu kita perhatikan adalah:

1. Tidak membawa barang yang memuat nama Allah kecuali bila dikhawatirkan akan hilang atau tempat penyimpanan barang berharga.
2. Menjauhkan dan menyembunyikan diri dari manusia terutama di waktu buang air besar, agar tidak kedengaran suara atau tercium bau.


3. Membaca basmalah dan do’a di waktu hendak masuk kakus, dan ketika hendak mengangkat kain bila di lapangan terbuka.
4. Menghindarkan bicara sama sekali, baik berupa dzikir ataupun lainnya. Maka tidak perlu menyahuti ucapan salam atau adzan. Dikecualikan bila amat perlu sekali , seperti memperingatkan orang buta yang dikhawatirkan akan jatuh.
5. Hendaklah menghargai kiblat, hingga ia tidak menghadap kepadanya atau membelakanginya.
6. Tidak kencing sambil berdiri, sangat disayangkan banyak masjid besar saat ini yang menyediakan tempat untuk kencing berdiri dan juga menghadap ke arah kiblat atau sebaliknya.
7. Supaya mencari tempat yang lunak dan kerendahan untuk menjaganya agar tida kena najis
8. Menghindari lobang supaya tidak menyakiti hewan – hewan yang mungkin ada di sana.
9. Hendaklah menjauhi tempat orang bernaung, jalanan dan tempat pertemuan mereka.
10. Tidak buang air kecil di tempat mandi, begitu pula pada air tergenang atau air mengalir. Di tempat mencuci tidak dilarang buang air kecil.
11. Wajib menghilangkan najis yang terdapat pada kedua jalan.
12. Tidak bersuci dengan tangan kanan demi menjaga kebersihannya dari menyentuh kotoran.
13. Menggosok tangan dengan tanah setelah bersuci, atau mencucinya dengan sabun dan yang sama dengan itu, agar hilang bau busuk yang melekat di sana.
14. Memerciki kemaluan dan celananya dengan air bila kencing, guna melenyapkan was – was dalam hati, hingga nanti bila kedapatan basah, maka ia akan mempunyai alasan bahwa itu adalah berkas percikan tadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: