<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Islamic Blog</title>
	<atom:link href="http://jennisaris.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jennisaris.wordpress.com</link>
	<description>Menambah wawasan seputar dunia islam</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Sep 2011 14:20:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='jennisaris.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Islamic Blog</title>
		<link>http://jennisaris.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://jennisaris.wordpress.com/osd.xml" title="Islamic Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://jennisaris.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Telaga Al Kautsar</title>
		<link>http://jennisaris.wordpress.com/2011/03/28/telaga-al-kautsar/</link>
		<comments>http://jennisaris.wordpress.com/2011/03/28/telaga-al-kautsar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Mar 2011 17:00:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jennisaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jennisaris.wordpress.com/?p=215</guid>
		<description><![CDATA[قَالَ رَسُوْلُ الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: بَيْنَمَا أَنَا أَسِيرُ فِي الْجَنَّةِ، إِذَا أَنَا بِنَهَر،ٍ حَافَتَاهُ، قِبَابُ الدُّرِّ الْمُجَوَّفِ، قُلْتُ: مَا هَذَا يَا جِبْرِيلُ&#8230;؟، قَالَ: هَذَا الْكَوْثَرُ، الَّذِي أَعْطَاكَ رَبُّكَ، فَإِذَا طِينُهُ مِسْكٌ أَذْفَرُ،(صحيح البخاري) Sabda Rasulullah saw : “Ketika aku berjalan di sorga, maka kulihat telaga indah, dikelilingi kubah-kubah mutiara yang berlorong-lorong, kukatakan : “apa ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jennisaris.wordpress.com&amp;blog=9301358&amp;post=215&amp;subd=jennisaris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> قَالَ رَسُوْلُ الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:  بَيْنَمَا أَنَا أَسِيرُ فِي الْجَنَّةِ، إِذَا أَنَا بِنَهَر،ٍ  حَافَتَاهُ، قِبَابُ الدُّرِّ الْمُجَوَّفِ، قُلْتُ: مَا هَذَا يَا  جِبْرِيلُ&#8230;؟، قَالَ: هَذَا الْكَوْثَرُ، الَّذِي أَعْطَاكَ رَبُّكَ،  فَإِذَا طِينُهُ مِسْكٌ أَذْفَرُ،(صحيح البخاري)</p>
<p></strong></p>
<p><strong><em>Sabda Rasulullah saw : “Ketika aku berjalan di sorga, maka  kulihat telaga indah, dikelilingi kubah-kubah mutiara yang  berlorong-lorong, kukatakan : “apa ini wahai Jibril..?”, ia menjawab  :”Ini telaga Al kautsar, yang diberikan untukmu dari Tuhanmu wahai  Muhammad (saw). Maka kulihat pasirnya dari misik yang harum dan wangi”       		   (Shahih Bukhari)</em></strong></p>
<p><img title="Image" src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/25mei2009j.jpg" border="0" alt="Image" hspace="6" width="170" height="227" align="left" />Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh</p>
<p>حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ  اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ  اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا  لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ  عَلَيْهِ  وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا  الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِي هَذَا الشَّهْرِ اْلعَظِيْمِ وَفِي  الْجَلْسَةِ الْعَظِيْمَةِ نَوَّرَ اللهُ قُلُوْبَنَا وَإِيَّاكُمْ  بِنُوْرِ مَحَبَّةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَخِدْمَةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ  وَاْلعَمَلِ بِشَرِيْعَةِ وَسُنَّةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ  وآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.</p>
<p>Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata’ala Yang Maha Abadi,  Maha Sempurna dan Tunggal dengan kesempurnaan, Tunggal dengan keluhuran ,  Tunggal dengan cahaya keabadian dan kebahagiaan, Yang menghamparkan  alam semesta beserta isinya dari tiada kemudian membagikan kehidupan  bagi yang dikehendaki-Nya, dan membuat hamba-hamba-Nya bicara, melihat,  mendengar dan bergerak bagi yang dikehendaki-Nya.</p>
<p><span id="more-215"></span> Tiada satu hamba pun  yang mampu berbicara kecuali dengan anugerah-Nya, tiada pula seorang  hamba bisa melihat kecuali dengan anugerah-Nya, tiada pula seorang hamba  bisa mendengar kecuali dengan anugerah-Nya dan tiada pula seorang hamba  bisa bergerak kecuali dengan anugerah-Nya. Tidak ada hamba yang mampu  menciptakan penglihatan dari tiada, tiada pula seorang hamba yang mampu  menciptakan pendengaran dari tiada , tiada seorang hamba mampu  menciptakan tubuh bisa bergerak, dan jika berkehendak Allah mampu  mencabut semua itu hingga berhentilah fungsi penglihatan, pendengaran  dan gerakannya meskipun mata, telinga dan jasadnya ada, kesemuanya akan  diam dan tidak mampu berfungsi dengan kehendak Allah, Yang Maha  membatasi kehidupan dengan kehendak-Nya, Maha Lembut dan berkasih sayang  khususnya kepada ummat sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.  Di masa-masa lalu ummat mencapai usia diatas 1000 tahun. Diriwayatkan  bahwa nabi Nuh mencapai usia 2500 tahun dan mengemban risalah kenabian  selama 950 tahun. Berapa banyak umat terdahulu yang mencapai usia  ratusan atau ribuan tahun, ummat yang terpendek usianya adalah ummat  nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dan sangat sedikit sekali  yang mencapai usia 100 tahun, namun amal pahala mereka dilipatgandakan  10 hingga 700 kali lipat, itulah kelebihan ummat nabi Muhammad  shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka jika seseorang hidup selama 60 tahun  seakan-akan ia  seperti hidup 600 tahun, itulah anugerah Allah untuk  kita ummat nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Segala Puji  bagi-Mu wahai Allah Yang telah memilih kami sebagai pengikut sayyidina  Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Meskipun kehidupan yang singkat  di muka bumi ini namun Allah melipatgandakan pahala ummat menjadi 10  hingga 700 kali lipat, demikian riwayat Shahih Al Bukhari, bahkan dalam  riwayat Shahih Muslim bahwa amal pahala bisa dilipatgandakan hingga 700  kali lipat atau lebih , maka jika 10 tahun usia kita dan kita beribadah  selama itu maka ibadah selama 10 tahun itu bisa berubah menjadi 7000  tahun ibadah dengan kehendak Allah. Dan Allah juga memberi anugerah yang  lebih baik dari itu yaitu malam Lailatul Qadr, dimana ibadah di malam  itu pahalanya lebih dari 1000 bulan. Allah Maha Mampu memberi lebih dari  semua itu, bahkan mereka yang telah memiliki tumpukan gunung dosa dan  kesalahan, dan jika mereka bertobat Allah akan menggantikan  kesalahan-kesalahan mereka dengan kebaikan, sebagaimana firman Allah :</p>
<p>إِلَّا مَنْ تَابَ وَآَمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَئِكَ  يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا  رَحِيمًا</p>
<p>( الفرقان : 70 )</p>
<p><strong><em>“ Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan  amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan.  Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. ( QS. Al Furqan :  70 )</em></strong></p>
<p>Orang yang beriman dan yang beramal shalih, Allah akan menggantikan  tumpukan gunung-gunung dosa dan kesalahan mereka dengan gunung-gunung  pahala. Tidak pernah kita temukan tumpukan dosa diganti menjadi pahala ,  yang kita tahu jika seseorang berbuat salah maka ia akan dimaafkan  tanpa diberi hadiah, namun Allah tidak hanya memaafkan tetapi juga  menggatikan dosa-dosa mereka dengan pahala, bahkan Allah  memuliakan  hamba-hamba yang bertobat . Diriwayatkan didalam Shahih Al Bukhari  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda bahwa Allah subhanahu  wata’ala menerima hamba yang bertobat dengan kegembiran dan cinta-Nya,  Rasulullah bertanya kepada para sahabat tetang seseorang yang pergi  membawa seluruh hartanya dengan tunggangannya dan setelah ia kelelahan  ia pun tertidur dan ketika terbangun, tunggangan dan semua hartanya  tidak ada, maka Rasulullah bertanya kepada para sahabat bagaimana  kesedihan orang itu, maka para sahabat berkata : <strong><em> “pastilah orang itu sangat sedih wahai Rasulullah”, </em></strong> maka setelah orang itu berjalan jauh dan tidak pula menemukan  tunggangannya ia pun kelelahan dan tertidur, setelah ia terbangun ia  melihat harta dan tunggangannya ada di hadapannya, maka Rasulullah  bertanya bagaimana kegembiraan orang itu, para sahabat menjawab :<strong><em> “pastilah dia sangat gembira wahai Rasulullah”, </em></strong> maka Rasulullah menjawab :<strong><em> “Sungguh Allah lebih gembira menerima taubat seseorang yang penuh  dosa dibandingkan kegembiraan seseorang yang kehilangan seluruh hartanya  kemudian hartanya kembali kepadanya”. </em></strong> Allah tidak  membutuhkan taubat kita, namun samudera kasih sayang-Nya memeluk dan  mencintai hamba yang bertobat, oleh sebab itu hamba yang paling dicintai  oleh Allah subhanahu wata’ala adalah sayyidina Muhammad shallallahu  ‘alaihi wasallam dimana beliau selalu beristighfar sebanyak 70 kali  dalam setiap harinya, padahal Rasulullah tidak mempunyai dosa, namun  beliau hanya ingin lebih mencapai derajat yang mulia sebagaimana firman  Allah :</p>
<p>إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ</p>
<p>( البقرة : 222 )</p>
<p><strong><em>“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri” ( QS. Al Baqarah : 222 )</em></strong></p>
<p>Jika muncul bisikan syaitan yang berkata: <strong><em> “jika engkau taubat dari sekarang, kemudian kembali berbuat dosa, maka engkau termasuk dalam kelompok orang-orang munafik”. </em></strong>Sungguh  demi Allah tidak demikian, karena Allah tidak akan pernah berhenti dan  bosan menerima tobat hamba-Nya.  Allah berfirman dalam riwayat Al Imam  Ahmad :</p>
<p>يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوْبُكَ عَنَانَ السَّماَءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ</p>
<p><strong><em>“ Wahai anak Adam seandainya dosa-dosamu (sebanyak) awan di  langit kemudian engkau minta ampun kepada-Ku niscaya akan Aku ampuni  engkau”</em></strong></p>
<p>Jika dosa seorang hamba memenuhi hingga ke ujung langit pun Allah  tetap akan mengampuni, saat ini baru ditemukan galaksi terbaru, yang  bernama galaksi Andren yang jaraknya 70 tahun kecepatan cahaya, dan  kecepatan cahaya adalah 300.000 Km/detik namun belum juga ditemukan  ujung langit,,, Allah berfirman jika dosa hamba menumpuk hingga memenuhi  langit maka akan Allah ampuni. Adakah yang lebih indah dari Allah,  adakah yang lebih pemaaf dari-Nya, adakah Yang lebih berhak dicintai dan  dirindui dari diri-Nya, dan indahnya sambutan Allah terhadap hamba yang  merindukan-Nya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda  riwayat Shahih Al Bukhari:</p>
<p>مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللهِ أَحَبَّ اللهُ لِقَاءَهُ</p>
<p><strong><em>“ Barangsiapa yang ingin berjumpa dengan Allah, maka Allah pun ingin berjumpa dengannya”</em></strong></p>
<p>Jika seseorang rindu kepada Allah maka Allah pun rindu kepada-Nya,  inginkah melihat Yang Maha Indah dan Maha Baik Yang menciptakanmu dari  tiada, dan senantiasa memaafkan dosa-dosa dan kesalahanmu, dan Yang  menyiapakan istana-istana di surga yang semakin detik bertambah indah,   sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala :</p>
<p>فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ</p>
<p>( السجدة : 17 )</p>
<p><strong><em>“Tak seorangpun mengetahui berbagai ni&#8217;mat yang menanti, yang  indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka  kerjakan” ( QS. As Sajadah : 17 )</em></strong></p>
<p>Manusia tidak mengetahui sesuatu yang telah disiapkan oleh Allah  subhanahu wata’ala untuk mereka sebagai balasan amal-amal mereka. Allah  subhanahu wata’ala berfirman dalam hadits qudsy :</p>
<p>أَعْدَدْتُ لِعِبَادِيَ الصَّالِحِيْنَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ</p>
<p><strong><em>“ Telah Kusiapkan untuk hamba-hambaKu sesuatu yang tidak pernah  dilihat mata, tidak pula didengar telinga, dan tidak pernah terlintas  dalam sanubari manusia”</em></strong></p>
<p>Abadi dalam keindahan di surga, dan keindahan itu dalam setiap waktu  dan kejap semakin indah, itulah yang disiapakan untuk para perindu  Allah, siapa mereka? Mereka adalah orang yang banyak megingat Allah,</p>
<p>مَنْ أَحَبَّ شَيْئًا كَثُرَ ذِكْرَهُ</p>
<p><strong><em>&#8221; Barangsiapa yang mencintai sesuatu, maka banyak menyebutnya&#8221;</em></strong></p>
<p>Maka beruntunglah mereka yang hadir di majelis dzikir , karena ia  telah diizinkan Allah untuk duduk bersama orang-orang yang dirindukan  dan merindukan Allah. Kebahagiaan, ketenangan, kesejahteraan, keluhuran,  kesucian dan kemuliaan adalah milik-Nya yang diberikan kepada yang  dikehendaki-Nya terlebih lagi kepada mereka yang memintanya. Dan rahasia  keluhuran di malam hari ini, kita berkumpul dalam kemuliaan memenuhi  undangan Allah untuk mencapai ridha-Nya, karena orang yang berdzkir  bersama mengingat Allah maka Allah akan mengingatnya dalam perkumpulan  yang lebih mulia di langit.</p>
<p>Langit mengenal nama-nama yang suka menyebut nama Allah . Semoga  Allah mejadikan kita dalam kelompok mereka, kelompok orang yang banyak  berdzikir . Orang yang banyak berzikir adalah orang-orang yang hatinya  ditenangkan oleh Allah, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala  :</p>
<p>الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ</p>
<p>( الرعد : 28 )</p>
<p><strong><em>“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi  tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati  Allah-lah hati menjadi tenteram.” ( QS. Ar Ra’d : 28 )</em></strong></p>
<p>Dengan mengingat Allah hati akan tenang, bagaimana hati akan tenang  jika permasalahan dan kesedihan masih merundung kita, maka hal ini  menunjukkan bahwa orang yang berdzikir akan tenang hatinya dan berarti  akan diselesaikan permasalahannya. Perbanyaklah dzikir dalam segala  aktifitas dan dimana pun berada, setiap kali ada kesempatan. Jika iseng  untuk kirim sms dengan teman boleh-boleh saja di waktu senggang namun  tetap sambungkan hati dengan Allah, sehingga hati bergetar mengingat-Nya  . Dan ingatlah detik-detik saat namamu dipanggil menghadap-Nya “Fulan  bin fulan maju kehadapan Allah”.</p>
<p>Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah<br />
Sampailah kita pada hadits yang kita baca tadi dan mengingatkan pada firman Allah subhanahu wata’ala :</p>
<p>إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ ، فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ ، إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ</p>
<p>( الكوثر : 1-3 )</p>
<p><strong><em>“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni&#8217;mat yang  banyak, maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah,  sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus “ ( QS.  Al Kautsar : 1-3 )</em></strong></p>
<p>Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “ saat aku  berada di surga ( di malam mi’raj ) , aku melihat telaga yang sangat  indah dikelilingi kubah-kubah mutiara yang berlorong-lorong dan tanahnya  adalah minyak wangi yang terharum”, mungkin akal tidak menerima  bagaimana tanahnya berupa minyak wangi?, sungguh tidak terlintas dalam  fikiran kita karena pijakan kaki pastilah berupa tanah atau benda keras,  namun disini pijakan kakinya adalah minyak wangi. Bisa tenggelam dong?  tidak akan tenggelam, dengan kehendak Allah air. Diriwayatkan oleh Al  Imam Ibn Hajar Asqalany dalam Fathul Bari bisyarah Shahih Al Bukhari,  berkaitan dengan hal ini beliau menukil riwayat lain dari sayyidina Anas  bin Malik beliau berkata :<strong><em> “ Wahai Rasulullah ,aku memohon syafaat kepadamu” , </em></strong> maka Rasulullah berkata : <strong><em> “ Engkau akan bertemu denganku di mizan”. </em></strong> Rasulullah menunggu ummatnya di timbangan amal untuk memberikan  syafaat, jika timbangan dosanya lebih berat dari amalnya maka akan  diringkan oleh nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dengan  sayafaatnya . Kemudian sayyidina Anas bin Malik berkata : <strong><em> “ wahai Rasulullah, jika aku selamat di mizan lalu bermasalah di tempat yang selanjutnya?”, </em></strong> maka Rasulullah menjawab : <strong><em> “ Aku juga akan berada di jembatan shirat saat ummatku melintas”. </em></strong>Dalam  sebuah riwayat yang tsiqah setiap ummat nabi Muhammad shallallahu  ‘alaihi wasallam akan terjatuh ke jurang api neraka, rasulullah memegang  tangannya, namun jika dia adalah pendosa besar yang belum sempat  bertobat sebelum wafat, maka orang itu yang akan melepaskan tangan nabi  sehingga ia pun terjerumus kea pi neraka. Maka sayyidina Anas bin Malik  berkata : <strong><em> “ Wahai Rasulullah, jika aku mendapatkan kesulitan di alam selanjutnya maka dimana aku akan menemuimu?” </em></strong> Rasulullah menjawab : <strong><em> “aku berada di telaga haudh”, </em></strong>yang mana disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :</p>
<p>أَنَا فَرَطُّكُم عَلَى الْحَوْضِ مَنْ وَرَدَ شَرِبَ مِنْهُ، وَمَنْ شَرِبَ مِنْهُ لاَيَظْمَأُ بَعْدَهُ اَبَدًا</p>
<p><strong><em>“Aku akan mendahuluimu datang di haudh siapa yang mendatanginya  ia pasti akan minum darinya, dan siapa yang meneguknya ia tak akan haus  selama-lamannya dan akan datang kepadaku beberapa kelompok yang sudah  aku kenali mereka, lalu mereka dihalau dariku.”</em></strong></p>
<p>Diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda tentang telaga Kautsar : <strong><em> “ Aku melihat cangkir-cangkir yang mengitari telaga Al Kautsar yang jumlahnya lebih banyak dari bintang di langit”. </em></strong> Kita mengetahui bahwa galaksi Bimasakti tempat bumi ini terdapat lebih  dari 200 miliyar planet , dan galaksi itu jumlahnya mencapai milyaran,  maka berapa jumlah cangkir yang mengitari telaga Al Kautsar milik  sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Dalam riwayat yang  tsiqah disebutkan bahwa jika satu cangkir pecah, dan pecahan cangkir itu  jatuh ke bumi maka pecahan itu jauh lebih indah dan lebih berharga dari  segala perhiasan yang ada di bumi. Terdapat dua pendapat tentang  riwayat ini, yang pertama mengatakan bahwa telaga Kautsar berada di  dalam surge, dan ini adalah pendapat yang lebih kuat, dan pendapat yang  kedua mengatakan telaga Kautsar berada di surga dan bersambung dengan  telaga Haudh yang berada di luar surge. Maka Al Imam Ibn Hajar memadukan  dua pendapat ini dan berkata bahwa telaga Haudh adalah telaga dari  telaga Al Kautsar yang ada di dalam surga dan bersambung hingga sampai  ke telaga Haudh. Jadi telaga Haudh posisinya di luar surga tetapi airnya  bersambung hingga ke dalam surga yaitu telaga Al Kutsar. Sedangkan  telaga Haudh masih berada di luar surga karena di saat itu ada orang  yang terusir dari telaga Haudh sehingga ia dijauhkan dari telaga Haudh  dan tidak boleh meminumnya dan dia berada dalam kehinaan, hal itu  menunjukkan bahwa telaga Haudh bukan berada di dalam surga. Telaga  Kautsar airnya mengalir hingga ke luar surga dan itulah yang disebut  telaga Haudh. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda,  sungguh indahnya Allah dalam memuliakan nabi Muhammmad shallallahu  ‘alaihi wasallam, sehingga beliau bersabda :</p>
<p>مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ وَمِنْبَرِي عَلَى حَوْضِي</p>
<p><strong><em>“Tempat antara mimbarku dan rumahku adalah satu taman dari taman-taman surga. Dan mimbarku berada di atas telagaku.”</em></strong></p>
<p>Demikian indahnya Raudhah As Syarif di Masjid An Nabawy di samping  makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Diantara makam beliau (  makam beliau ) dan mimbar lama beliau adalah taman dari taman-taman  surga, mereka yang pernah berangkat Haji atau Umrah mengetahuinya. Al  Imam Ibn Hajar Al Asqalany menjelaskan bahwa yang beribadah di tempat  itu ia akan mendapatkan syafaat rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,  dan jika sampai ke taman surga maka berarti pula telah masuk ke surga  Allah subhanahu wata’ala. Bagi yang belum mempunyai kesempatan untuk  berkunjung ke Raudhah As Syarif, meskipun jasad kita jauh namun jadikan  hati kita selalu ingin berada di tempat itu, semoga Allah subhanahu  wata’ala memasukkan kita dalam kelompok orang-orang yang beribadah di  Raudhah As Syarif, di Masjid Al Haram dan tempat-tempat luhur lainnya,  amin. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah makhluk yang  paling dicintai Allah subhanahu wata’ala, dan beliau adalah makhluk yang  paling mulia budi pekertinya, yang paling ramah, yang paling banyak  tersenyum, jika beliau diundang oleh orang yang miskin maka beliau  terburu-buru untuk segera datang, beliau tidak mau mnegcewakan perasaan  siapa pun bahkan hewan pun tidak mau beliau mengecewakannya, demikian  indahnya nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Diriwayatkan  dalam kitab Adab Al Mufrad oleh Al Imam Al Bukhari ketika Rasulullah  berkunjung kepada salah satu rumah kaum Anshar, ketika itu ada seekor  burung yang berputar-putar sambil berkicau di atas kepala Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam, dan para sahabat ingin menangkapnya karena  dianggap telah mengganggu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka  Rasulullah berkata :<strong><em> “Siapa diantara kalian yang telah mengagetkan burung ini dengan mengambil telurnya?”, </em></strong> maka salah seorang sahabat berkata bahwa dia yang mengambil telur  burung itu, maka Rasulullah memerintahkan untuk mengembalikannya.  Tentunya seseorang diperbolehkan untuk mengambil telur seekor burung  namun jika burung telah mengadu kepada sayyidina Muhammad shallallahu  ‘alaihi wasallam, maka Rasulullah tidak akan mengecewakannya, sehingga  telurnya pun kembali kepadanya, demikian indahnya budi pekerti sayyidina  Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Rasulullah adalah manusia yang  paling baik kepada semua makhluk, kepada manusia yang shalih, yang  fasik, yang beriman dan yang tidak beriman, yang muslim atau yang non  muslim, tidak ada orang yang lebih sopan dari sayyidina Muhammad  shallallahu ‘alaihi wasallam. Disebutkan dalam riwayat Shahih Al Bukhari  bahwa datang seorang pemuda kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi  wasallam mengadukan dosa-dosanya, dan berkata :<strong><em> “wahai Rasulullah , berilah aku hukuman atas dosa-dosa yang telah aku perbuat”,</em></strong> namun Rasulullah hanya diam kemudian turunlah firman Allah subhanahau wata’ala :</p>
<p>إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ</p>
<p>( هود : 114 )</p>
<p><strong><em>“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan  (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi  orang-orang yang ingat.” ( QS. Hud : 114 )</em></strong></p>
<p>Jika seseorang merasa memiliki banyak dosa maka perbanyakalah amal  pahala, karena pahala itu akan menghapus dosa-dosanya. Jangan meremehkan  pengampunan Allah, ketahuilah bahwa Allah paling mudah mengampuni dari  semua makhluk-Nya, paling mudah memaafkan dari semua yang  memaafkan,  namun jangan meremehkan tawaran maaf Allah, karena jika Allah membalik  hati kita untuk tidak lagi memohon maaf kepada-Nya maka kekallah kita  dalam kehinaan, wal ‘iyadzubillah.</p>
<p>Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah<br />
Dalam kemuliaan wanginya majelis-majelis dzikir, disabdakan oleh  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam riwayat Shahih Al Bukhari bahwa  perumpamaan orang yang duduk diantara orang-orang yang berdzikir dan  berdoa bagaikan orang yang duduk dengan penjual minyak wangi, tidak  membeli minyak wanginya namun ia mendapatkan aroma wanginya, sebaliknya  orang yang duduk bersama orang yang sedang berbuat maksiat bagaikan  orang yang duduk dengan seorang pandai besi yang sedang bekerja, dimana  ia tidak menyentuh besinya, namun ia terkena percikan bara apinya. Maka  duduk di mejelis seperti ini namanya akan diingat dan digemuruhkan oleh  Allah subhanahu wata’ala ,duduk di majelis ini dilimpahi pengampunan  oleh Allah subhanahu wata’ala, duduk di majelis ini mempercepat untuk  mencapai tangga-tangga keluhuran dan meninggalkan dosa-dosa. Jika  diantara kita masih ada yang belum mampu untuk menjalankan ajaran agama  Islam dengan baik, masih sering meninggalkan shalat, masih belum mampu  melakukan hal-hal yang diwajibkan dan meninggalakan hal-hal yang  diharamkan, maka perbanyaklah doa kepada Yang Maha memberi kekuatan.  Manusia adalah tempat kelemahan, tidak  ada manusia yang tidak memiliki  kesalahan, kecuali para nabi dan Rasul. Rasulullah adalah makhluk  terindah dan panutan terindah yang diciptakan oleh Allah subhanahu  wata’ala agar kita mencapai keindahan yang terindah yaitu keridhaan  Allah subhanahu wata’ala dan memandang indahnya Allah subhanahu  wata’ala. Ketika manusia berada di surga yang demikian indah dengan  keindahan yang terus bertambah, Allah memanggil penduduk surga  sebagaimana riwayat Shahih Al Bukhari :</p>
<p>يَا عِبَادِيْ أَلَا أُعْطِيْكُمْ أَفْضَلُ مِنْ ذَلِكَ ؟</p>
<p><strong><em>“ Wahai hamba-hamba-Ku , maukah kalian Kuberi yang lebih baik dari itu ( surga yang megah dan indah) ? “</em></strong></p>
<p>Maka hamba-hamba itu berkata :</p>
<p>ياَرَبِّ وَأَيُّ شَيْئٍ أَفْضَلُ مِنْ ذَلِكَ ؟</p>
<p><strong><em>“ Wahai Allah , apalagi yang lebih baik dari itu ? “</em></strong></p>
<p>Maka Allah menjawab :</p>
<p>أُحِلَّ عَلَيْكُمْ رِضْوَانِيْ فَلاَ أَسْخَطُ عَلَيْكُمْ بَعْدَهُ أَبَدًا</p>
<p><strong><em>“ Aku halalkan untuk kalian keridhaan-Ku dan Aku tidak akan murka kepada kalian selama-lamanya “</em></strong></p>
<p>Keridhaan Allah ditawarkan di masa hidup kita, sebagaimana sabda  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam riwayat Al Imam Abu Daud bahwa  siapa yang membaca :</p>
<p>رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا وَ بِالإسْلاَمِ دِيْنًا وَ بِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَ رَسُوْلاً</p>
<p><strong><em>&#8220;Aku ridha Allah sebagai Tuhan, Aku ridha Islam sebagai agama dan Aku ridha Muhammad sebagai  Nabi dan utusan (Allah)”</em></strong></p>
<p>Maka pastilah dia mendapatakan keridhaan Allah subhanahu wata’ala,  mungkin kita memandang hal itu terlalu jauh,sebenarnya tidak demikian,  jika kita ucapkan dan kita niatkan maka kita akan mendapatkannya, hanya  godaan syaitan yang selalu menghampiri kita, mungkin syaitan berbisik :<strong><em> “jika engkau ridha Allah sebagai Tuhanmu maka kau harus melakukan  semua yang diperintahkan dan tidak ada yang ditinggalakan, jika tidak,  maka jangan mengucapkan Aku ridha Allah menjadi tuhanku” . </em></strong> Bagaimana kita tidak ridha Allah menjadi Tuhan kita?! Jika kita tidak  ridha jika Allah menjadi tuhan kita maka tentunya kita akan menyembah  tuhan yang lain, namun jika kita menyembah Allah berarti kita ridha  Allah menjadi Tuhan kita. Begitujuga jika kita tidak ridha kepada Islam  sebagai agama kita maka tentunya kita akan keluar dari Islam , dan jika  kita ridha kepada nabi Muhammad sebagai nabi kita maka kita akan memilih  nabi lain, namun hal ini adalah tangga yang pertama, semakin dalam  cintamu kepada Allah, Rasulullah dan kepada Islam, maka semakin tinggi  keluhuranmu.</p>
<p>Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah<br />
Saya tidak berpanjang lebar, sekalian mau pamit malam ini malam ini saya  akan berangkat ke Dubai penerbangan jam 00.30 WIB untuk menghadap guru  mulia Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafizh, kemudian menuju  ke Kairo lalu ke Madinah Al Munawwarah selanjutnya ke Tarim Hadramaut,  Insyaallah hari Sabtu atau Minggu sudah tiba di Jakarta. Dan selama saya  tidak di Jakarta, Majelis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tetap  berjalan dan banyak guru-guru yang akan menggantikan saya untuk hadir  di majelis-majelis ini, maka saya titipkan majelis ini kepada jamaah,  jangan sampai seperti kejadian di zaman nabi Musa, dimana ketika nabi  nya pergi pengikutnya kacau balau, maka saya harap tidak terjadi seperti  itu. Selanjutnya kita berdoa bersama semoga Allah subhanahu wata’ala  memberikan keselamatan bagi yang akan berangkat safar untuk Umrah dank e  Madinah kemudian perjumpaan dengan Al Allamah Al Arif billah Al Habib  Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafizh, dan yang disini semoga selalu  dalam penjagaan Allah subhanahu wata’ala…</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jennisaris.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jennisaris.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jennisaris.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jennisaris.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jennisaris.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jennisaris.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jennisaris.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jennisaris.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jennisaris.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jennisaris.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jennisaris.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jennisaris.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jennisaris.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jennisaris.wordpress.com/215/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jennisaris.wordpress.com&amp;blog=9301358&amp;post=215&amp;subd=jennisaris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jennisaris.wordpress.com/2011/03/28/telaga-al-kautsar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ab50ee125d55731668b0b17163000152?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jennisaris</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://majelisrasulullah.org/images/stories/25mei2009j.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surga di Telapak Kaki Ibu</title>
		<link>http://jennisaris.wordpress.com/2010/12/22/surga-di-telapak-kaki-ibu/</link>
		<comments>http://jennisaris.wordpress.com/2010/12/22/surga-di-telapak-kaki-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Dec 2010 03:58:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jennisaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jennisaris.wordpress.com/?p=197</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah, seorang pemuda sedang melamar pekerjaan di sebuah perusahaan besar. Dia sudah berhasil lolos di tes-tes pendahuluan. Dan kini tiba saatnya dia harus menghadap kepada pimpinan untuk wawancara akhir. Setelah melihat hasil tes dan penampilan si pemuda, sang pemimpin bertanya, &#8220;Anak muda, apa cita-citamu?&#8221; &#8220;Cita-cita saya, suatu hari nanti bisa duduk di bangku Bapak,&#8221; jawab [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jennisaris.wordpress.com&amp;blog=9301358&amp;post=197&amp;subd=jennisaris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alkisah, seorang pemuda sedang melamar pekerjaan di sebuah perusahaan  besar. Dia sudah berhasil lolos di tes-tes pendahuluan. Dan kini tiba  saatnya dia harus menghadap kepada pimpinan untuk wawancara akhir.<br />
Setelah melihat hasil tes dan penampilan si pemuda, sang pemimpin bertanya, &#8220;Anak muda, apa cita-citamu?&#8221;</p>
<p><span id="more-197"></span><br />
&#8220;Cita-cita saya, suatu hari nanti bisa duduk di bangku Bapak,&#8221; jawab si pemuda.<br />
&#8220;Kamu tentu tahu, untuk bisa duduk di bangku ini, tidak mudah. Perlu  kerja keras dan waktu yang tidak sebentar. Betul kan?&#8221; Si pemuda  menganggukkan kepala tanda setuju.<br />
&#8220;Apa pekerjaan orangtuamu?&#8221; lanjutnya bertanya.<br />
&#8220;Ayah saya telah meninggal saat saya masih kecil. Ibulah yang bekerja menghidupi kami dan menyekolahkan saya.&#8221;<br />
&#8220;Apakah kamu tahu tanggal lahir ibumu?&#8221; kembali sang pimpinan bertanya.<br />
&#8220;Di keluarga kami tidak ada tradisi merayakan pesta ulang tahun sehingga saya juga tidak tahu kapan ibu saya berulang tahun.&#8221;<br />
&#8220;Baiklah anak muda, bapak belum memutuskan kamu diterima atau tidak  bekerja di sini. Tetapi ada satu permintaan bapak! Saat di rumah nanti,  lakukan sebuah pekerjaan kecil yaitu cucilah kaki ibumu dan besok  datanglah kemari lagi.&#8221;<br />
Walaupun tidak mengerti maksud dan tujuan permintaan tersebut, demi  permintaaan yang tidak biasa itu, dia ingin mencoba melakukannya.<br />
Setelah senja tiba, si pemuda membimbing ibunya duduk dan berkata, &#8220;Ibu nampak lelah, duduklah Bu, saya akan cuci kaki ibu.&#8221;<br />
Sambil menatap takjub putranya, si ibu menganggukkan kepala. &#8220;Anakku, rupanya sekarang engkau telah dewasa dan mulai mengerti.&#8221;<br />
Si pemuda pun mengambil ember berisi air hangat, kemudian sepasang kaki  ibunda yang tampak rapuh, berkeriput, dan terasa kasar di telapak  tangannya itu mulai direndam sambil diusap-usap dan dipijat perlahan.  Diam-diam airmatanya mengalir perlahan.<br />
&#8220;Ibu, terima kasih. Berkat kaki inilah ananda bisa menjadi seperti hari ini.&#8221;<br />
Mereka pun saling berpelukan dengan penuh kasih dan kelegaan.<br />
Dan keesokan harinya, sang pemimpin berkata, &#8220;Coba ceritakan, bagaimana perasaanmu saat kamu mencuci kaki ibumu.&#8221;<br />
&#8220;Saat mencuci kaki ibu saya, saya mengerti dan menyadari akan kasih ibu  yang rela berkorban demi anaknya. Melalui kaki ibu saya, saya tahu,  bahwa saya harus bekerja dengan sungguh-sungguh demi membaktikan diri  kepada ibu saya.&#8221;<br />
Mendengar jawaban si pemuda, akhirnya sang pemimpin menerima dia bekerja  di perusahaan itu. Karena sang pemimpin yakin, seseorang yang tahu  bersyukur dan tahu membalas budi kebaikan orangtuanya, dia adalah orang  yang mempunyai cinta kasih. Dan orang yang seperti itu pasti akan  bekerja dengan serius dan sukses.<br />
<strong>Netter yang Luar Biasa!</strong><br />
Pepatah &#8220;<em>surga di telapak kaki ibu</em>&#8221; sungguh mengandung makna  yang sangat dalam. Memang kasih ibu tiada tara. Saya yakin! Jika kita  mendapatkanrestu, apa lagi didukung oleh doa ibunda, tentu semua itu  merupakan dukungan yang mengandung kekuatan luar biasa, yang  memungkinkan apapun yang kita lakukan akan mendatangkan hasil yanglebih  baik.<br />
Mari, selagi orangtua kita masih hidup: beri perhatian, layani mereka dan cintai mereka dengan setulus hati.<br />
Salam sukses, Luar Biasa!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jennisaris.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jennisaris.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jennisaris.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jennisaris.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jennisaris.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jennisaris.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jennisaris.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jennisaris.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jennisaris.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jennisaris.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jennisaris.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jennisaris.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jennisaris.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jennisaris.wordpress.com/197/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jennisaris.wordpress.com&amp;blog=9301358&amp;post=197&amp;subd=jennisaris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jennisaris.wordpress.com/2010/12/22/surga-di-telapak-kaki-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ab50ee125d55731668b0b17163000152?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jennisaris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hikmah Meninggalkan Bohong</title>
		<link>http://jennisaris.wordpress.com/2010/12/16/hikmah-meninggalkan-bohong/</link>
		<comments>http://jennisaris.wordpress.com/2010/12/16/hikmah-meninggalkan-bohong/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Dec 2010 03:30:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jennisaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jennisaris.wordpress.com/?p=193</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Luqman Hakim, menceritakan pada suatu hari ada seorang telah datang berjumpa dengan Rasulullah S.A.W. kerana hendak memeluk agama Islam. Sesudah mengucapkan dua kalimah syahadat, lelaki itu lalu berkata : &#8220;Ya Rasulullah. Sebenarnya hamba ini selalu sahaja berbuat dosa dan payah hendak meninggalkannya.&#8221; Maka Rasulullah menjawab : &#8220;Mahukah engkau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jennisaris.wordpress.com&amp;blog=9301358&amp;post=193&amp;subd=jennisaris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Luqman Hakim, menceritakan pada suatu hari ada seorang telah datang berjumpa dengan Rasulullah S.A.W. kerana hendak memeluk agama Islam. Sesudah mengucapkan dua kalimah syahadat, lelaki itu lalu berkata :</p>
<p>&#8220;Ya Rasulullah. Sebenarnya hamba ini selalu sahaja berbuat dosa dan payah hendak meninggalkannya.&#8221; Maka Rasulullah menjawab : &#8220;Mahukah engkau berjanji bahawa engkau sanggup meninggalkan cakap bohong?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya, saya berjanji&#8221; jawab lelaki itu singkat. Selepas itu, dia pun pulanglah ke rumahnya.</p>
<p>Menurut riwayat, sebelum lelaki itu memeluk agama Islam, dia sangat terkenal sebagai seorang yang jahat. Kegemarannya hanyalah mencuri, berjudi dan meminum minuman keras. Maka setelah dia memeluk agama Islam, dia sedaya upaya untuk meninggalkan segala keburukan itu. Sebab itulah dia meminta nasihat dari Rasulullah S.A.W.</p>
<p>Dalam perjalanan pulang dari menemui Rasulullah S.A.W. lelaki itu berkata di dalam hatinya :</p>
<p>&#8220;Berat juga aku hendak meninggalkan apa yang dikehendaki oleh Rasulullah itu.&#8221;</p>
<p>Maka setiap kali hatinya terdorong untk berbuat jahat, hati kecilnya terus mengejek.</p>
<p>&#8220;Berani engkau berbuat jahat. Apakah jawapan kamu nanti apabila ditanya oleh Rasulullah. Sanggupkah engkau berbohong kepadanya&#8221; bisik hati kecil. Setiap kali dia berniat hendak berbuat jahat, maka dia teringat segala pesan Rasulullah S.A.W. dan setiap kali pulalah hatinya berkata :</p>
<p>&#8220;Kalau aku berbohong kepada Rasulullah bererti aku telah mengkhianati janjiku padanya. Sebaliknya jika aku bercakap benar bererti aku akan menerima hukuman sebagai orang Islam. Oh Tuhan&#8230;.sesungguhnya di dalam pesanan Rasulullah itu terkandung sebuah hikmah yang sangat berharga.&#8221;</p>
<p>Setelah dia berjuang dengan hawa nafsunya itu, akhirnya lelaki itu berjaya di dalam perjuangannya menentang kehendak nalurinya. Menurut hadis itu lagi, sejak dari hari itu bermula babak baru dalam hidupnya. Dia telah berhijrah dari kejahatan kepada kemuliaan hidup seperti yang digariskan oleh Rasulullah S.A.W. Hingga ke akhirnya dia telah berubah menjadi mukmin yang soleh dan mulia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jennisaris.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jennisaris.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jennisaris.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jennisaris.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jennisaris.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jennisaris.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jennisaris.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jennisaris.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jennisaris.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jennisaris.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jennisaris.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jennisaris.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jennisaris.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jennisaris.wordpress.com/193/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jennisaris.wordpress.com&amp;blog=9301358&amp;post=193&amp;subd=jennisaris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jennisaris.wordpress.com/2010/12/16/hikmah-meninggalkan-bohong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ab50ee125d55731668b0b17163000152?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jennisaris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keutamaan Muharram</title>
		<link>http://jennisaris.wordpress.com/2010/12/16/keutamaan-muharram/</link>
		<comments>http://jennisaris.wordpress.com/2010/12/16/keutamaan-muharram/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Dec 2010 03:28:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jennisaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jennisaris.wordpress.com/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[Dari Ibnu Abbas r.a berkata Rasulullah S.A.W bersabda : &#8221; Sesiapa yang berpuasa pada hari Aasyura (10 Muharram) maka Allah S.W.T akan memberi kepadanya pahala 10,000 malaikat dan sesiapa yang berpuasa pada hari Aasyura (10 Muharram) maka akan diberi pahala 10,000 orang berhaji dan berumrah, dan 10,000 pahala orang mati syahid, dan barang siapa yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jennisaris.wordpress.com&amp;blog=9301358&amp;post=191&amp;subd=jennisaris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
<p>Dari Ibnu Abbas r.a berkata Rasulullah S.A.W bersabda : &#8221; Sesiapa yang berpuasa pada hari Aasyura (10 Muharram) maka Allah S.W.T akan memberi kepadanya pahala 10,000 malaikat dan sesiapa yang berpuasa pada hari Aasyura (10 Muharram) maka akan diberi pahala 10,000 orang berhaji dan berumrah, dan 10,000 pahala orang mati syahid, dan barang siapa yang mengusap kepala anak-anak yatim pada hari tersebut maka Allah S.W.T akan menaikkan dengan setiap rambut satu darjat. Dan sesiapa yang memberi makan kepada orang yang berbuka puasa pada orang mukmin pada hari Aasyura, maka seolah-olah dia memberi makan pada seluruh ummat Rasulullah S.A.W yang berbuka puasa dan mengenyangkan perut mereka.&#8221;</p>
<p>Lalu para sahabat bertanya Rasulullah S.A.W : &#8221; Ya Rasulullah S.A.W, adakah Allah telah melebihkan hari Aasyura daripada hari-hari lain?&#8221;. Maka berkata Rasulullah S.A.W : &#8221; Ya, memang benar, Allah Taala menjadikan langit dan bumi pada hari Aasyura, menjadikan laut pada hari Aasyura, menjadikan bukit-bukit pada hari Aasyura, menjadikan Nabi Adam dan juga Hawa pada hari Aasyura, lahirnya Nabi Ibrahim juga pada hari Aasyura, dan Allah S.W.T menyelamatkan Nabi Ibrahim dari api juga pada hari Aasyura, Allah S.W.T menenggelamkan Fir&#8217;aun pada hari Aasyura, menyembuhkan penyakit Nabi Ayyub a.s pada hari Aasyura, Allah S.W.T menerima taubat Nabi Adam pada hari Aasyura, Allah S.W.T mengampunkan dosa Nabi Daud pada hari Aasyura, Allah S.W.T mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman juga pada hari Aasyura, dan akan terjadi hari kiamat itu juga pada hari Aasyura !&#8221;.</p>
<div></div></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jennisaris.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jennisaris.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jennisaris.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jennisaris.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jennisaris.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jennisaris.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jennisaris.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jennisaris.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jennisaris.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jennisaris.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jennisaris.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jennisaris.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jennisaris.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jennisaris.wordpress.com/191/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jennisaris.wordpress.com&amp;blog=9301358&amp;post=191&amp;subd=jennisaris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jennisaris.wordpress.com/2010/12/16/keutamaan-muharram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ab50ee125d55731668b0b17163000152?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jennisaris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AL-QUR&#8217;AN SEBAGAI PEMBELA DI HARI AKHIRAT</title>
		<link>http://jennisaris.wordpress.com/2010/12/16/al-quran-sebagai-pembela-di-hari-akhirat/</link>
		<comments>http://jennisaris.wordpress.com/2010/12/16/al-quran-sebagai-pembela-di-hari-akhirat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Dec 2010 03:27:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jennisaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jennisaris.wordpress.com/?p=189</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Abu Umamah r.a. berkata : &#8220;Rasulullah S.A.W telah menganjurkan supaya kami semua mempelajari Al-Qur&#8217;an, setelah itu Rasulullah S.A.W memberitahu tentang kelebihan Al-Qur&#8217;an.&#8221; Telah bersabda Rasulullah S.A.W : Belajarlah kamu akan Al-Qur&#8217;an, di akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya.&#8221; Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jennisaris.wordpress.com&amp;blog=9301358&amp;post=189&amp;subd=jennisaris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Abu Umamah r.a. berkata : &#8220;Rasulullah S.A.W telah menganjurkan supaya kami semua mempelajari Al-Qur&#8217;an, setelah itu Rasulullah S.A.W memberitahu tentang kelebihan Al-Qur&#8217;an.&#8221;</p>
<p>Telah bersabda Rasulullah S.A.W : Belajarlah kamu akan Al-Qur&#8217;an, di akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya.&#8221;</p>
<p>Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, &#8221; Kenalkah kamu kepadaku?&#8221; Maka orang yang pernah membaca akan menjawab : &#8220;Siapakah kamu?&#8221;</p>
<p>Maka berkata Al-Qur&#8217;an : &#8220;Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari.&#8221;</p>
<p>Kemudian berkata orang yang pernah membaca Al-Qur&#8217;an itu : &#8220;Adakah kamu Al-Qur&#8217;an?&#8221; Lalu Al-Qur&#8217;an mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca mengadap Allah S.W.T. Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya.</p>
<p>Pada kedua ayanh dan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya : &#8220;Dari manakah kami memperolehi ini semua, pada hal amal kami tidak sampai ini?&#8221;</p>
<p>Lalu dijawab : &#8220;Kamu diberi ini semua kerana anak kamu telah mempelajari Al-Qur&#8217;an.&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jennisaris.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jennisaris.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jennisaris.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jennisaris.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jennisaris.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jennisaris.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jennisaris.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jennisaris.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jennisaris.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jennisaris.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jennisaris.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jennisaris.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jennisaris.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jennisaris.wordpress.com/189/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jennisaris.wordpress.com&amp;blog=9301358&amp;post=189&amp;subd=jennisaris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jennisaris.wordpress.com/2010/12/16/al-quran-sebagai-pembela-di-hari-akhirat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ab50ee125d55731668b0b17163000152?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jennisaris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KISAH LIMA PERKARA ANEH</title>
		<link>http://jennisaris.wordpress.com/2010/12/16/kisah-lima-perkara-aneh/</link>
		<comments>http://jennisaris.wordpress.com/2010/12/16/kisah-lima-perkara-aneh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Dec 2010 03:25:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jennisaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jennisaris.wordpress.com/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[Nabi itu sambil berkata, &#8220;Wahai Nabi Allah, aku sangat lapar dan aku mengejar burung itu sejak pagi tadi. Oleh itu janganlah engkau patahkan harapanku dari rezekiku.&#8221; Nabi itu teringatkan pesanan arahan dalam mimpinya yang keempat, yaitu tidak boleh putuskan harapan. Dia menjadi kebingungan untuk menyelesaikan perkara itu. Akhirnya dia membuat keputusan untuk mengambil pedangnya lalu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jennisaris.wordpress.com&amp;blog=9301358&amp;post=187&amp;subd=jennisaris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
<p>Nabi itu sambil berkata, &#8220;Wahai Nabi Allah, aku sangat lapar dan aku mengejar burung itu sejak pagi tadi. Oleh itu janganlah engkau patahkan harapanku dari rezekiku.&#8221;</p>
<p>Nabi itu teringatkan pesanan arahan dalam mimpinya yang keempat, yaitu tidak boleh putuskan harapan. Dia menjadi kebingungan untuk menyelesaikan perkara itu. Akhirnya dia membuat keputusan untuk mengambil pedangnya lalu memotong sedikit daging pehanya dan diberikan kepada helang itu. Setelah mendapat daging itu, helang pun terbang dan burung kecil tadi dilepaskan dari dalam bajunya.</p>
<p>Selepas kejadian itu, Nabi meneruskan perjalannya. Tidak lama kemudian dia bertemu dengan satu bangkai yang amat busuk baunya, maka dia pun bergegas lari dari situ kerana tidak tahan menghidu bau yang menyakitkan hidungnya. Setelah menemui kelima-lima peristiwa itu, maka kembalilah Nabi ke rumahnya. Pada malam itu, Nabi pun berdoa. Dalam doanya dia berkata, &#8220;Ya Allah, aku telah pun melaksanakan perintah-Mu sebagaimana yang diberitahu di dalam mimpiku, maka jelaskanlah kepadaku arti semuanya ini.&#8221;</p>
<p>Dalam mimpi beliau telah diberitahu oleh Allah S.W.T. bahawa, &#8220;Yang pertama engkau makan itu ialah marah. Pada mulanya nampak besar seperti bukittetapi pada akhirnya jika bersabar dan dapat mengawal serta menahannya, maka marah itu pun akan menjadi lebih manis daripada madu.</p>
<p>Kedua; semua amal kebaikan (budi), walaupun disembunyikan, maka ia tetap akan nampak jua. Ketiga; jika sudah menerima amanah seseorang, maka janganlah kamu khianat kepadanya. Keempat; jika orang meminta kepadamu, maka usahakanlah untuknya demi membantu kepadanya meskipun kau sendiri berhajat. Kelima; bau yang busuk itu ialah ghibah (menceritakan hal seseorang). Maka larilah dari orang-orang yang sedang duduk berkumpul membuat ghibah.&#8221;</p>
<p>Saudara-saudaraku, kelima-lima kisah ini hendaklah kita semaikan dalam diri kita, sebab kelima-lima perkara ini sentiasa sahaja berlaku dalam kehidupan kita sehari-hari. Perkara yang tidak dapat kita elakkan setiap hari ialah mengata hal orang, memang menjadi tabiat seseorang itu suka mengata hal orang lain. Haruslah kita ingat bahawa kata-mengata hal seseorang itu akan menghilangkan pahala kita, sebab ada sebuah hadis mengatakan di akhirat nanti ada seorang hamba Allah akan terkejut melihat pahala yang tidak pernah dikerjakannya. Lalu dia bertanya, &#8220;Wahai Allah, sesungguhnya pahala yang Kamu berikan ini tidak pernah aku kerjakan di dunia dulu.&#8221;</p>
<p>Maka berkata Allah S.W.T., &#8220;Ini adalah pahala orang yang mengata-ngata tentang dirimu.&#8221; Dengan ini haruslah kita sedar bahawa walaupun apa yang kita kata itu memang benar, tetapi kata-mengata itu akan merugikan diri kita sendiri. Oleh kerana itu, hendaklah kita jangan mengatakan hal orang walaupun ia benar.</p></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jennisaris.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jennisaris.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jennisaris.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jennisaris.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jennisaris.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jennisaris.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jennisaris.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jennisaris.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jennisaris.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jennisaris.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jennisaris.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jennisaris.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jennisaris.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jennisaris.wordpress.com/187/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jennisaris.wordpress.com&amp;blog=9301358&amp;post=187&amp;subd=jennisaris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jennisaris.wordpress.com/2010/12/16/kisah-lima-perkara-aneh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ab50ee125d55731668b0b17163000152?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jennisaris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anak Kecil Yang Takut Api Neraka</title>
		<link>http://jennisaris.wordpress.com/2010/12/16/anak-kecil-yang-takut-api-neraka/</link>
		<comments>http://jennisaris.wordpress.com/2010/12/16/anak-kecil-yang-takut-api-neraka/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Dec 2010 03:24:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jennisaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jennisaris.wordpress.com/?p=185</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sebuah riwayat menyatakan bahawa ada seorang lelaki tua sedang berjalan-jalan di tepi sungai, sedang dia berjalan-jalan dia terpandang seorang anak kecil sedang mengambil wudhu&#8217; sambil menangis. Apabila orang tua itu melihat anak kecil tadi menangis, dia pun berkata, &#8220;Wahai anak kecil kenapa kamu menangis?&#8221; Maka berkata anak kecil itu, &#8220;Wahai pakcik saya telah membaca [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jennisaris.wordpress.com&amp;blog=9301358&amp;post=185&amp;subd=jennisaris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
<p>Dalam sebuah riwayat menyatakan bahawa ada seorang lelaki tua sedang berjalan-jalan di tepi sungai, sedang dia berjalan-jalan dia terpandang seorang anak kecil sedang mengambil wudhu&#8217; sambil menangis.</p>
<p>Apabila orang tua itu melihat anak kecil tadi menangis, dia pun berkata, &#8220;Wahai anak kecil kenapa kamu menangis?&#8221;</p>
<p>Maka berkata anak kecil itu, &#8220;Wahai pakcik saya telah membaca ayat al-Qur&#8217;an sehingga sampai kepada ayat yang berbunyi, &#8220;Yaa ayyuhal ladziina aamanuu quu anfusakum&#8221; yang bermaksud, &#8221; Wahai orang-orang yang beriman, jagalah olehmu sekalian akan dirimu.&#8221; Saya menangis sebab saya takut akan dimasukkan ke dalam api neraka.&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berkata orang tua itu, &#8220;Wahai anak, janganlah kamu takut, sesungguhnya kamu terpelihara dan kamu tidak akan dimasukkan ke dalm api neraka.&#8221;</p>
<p>Berkata anak kecil itu, &#8220;Wahai pakcik, pakcik adalah orang yang berakal, tidakkah pakcik lihat kalau orang menyalakan api maka yang pertama sekali yang mereka akan letakkan ialah ranting-ranting kayu yang kecil dahulu kemudian baru mereka letakkan yang besar. Jadi tentulah saya yang kecil ini akan dibakar dahulu sebelum dibakar orang dewasa.&#8221;</p>
<p>Berkata orang tua itu, sambil menangis, &#8220;Sesungguh anak kecil ini lebih takut kepada neraka daripada orang yang dewasa maka bagaimanakah keadaan kami nanti?&#8221;</p></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jennisaris.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jennisaris.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jennisaris.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jennisaris.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jennisaris.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jennisaris.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jennisaris.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jennisaris.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jennisaris.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jennisaris.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jennisaris.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jennisaris.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jennisaris.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jennisaris.wordpress.com/185/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jennisaris.wordpress.com&amp;blog=9301358&amp;post=185&amp;subd=jennisaris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jennisaris.wordpress.com/2010/12/16/anak-kecil-yang-takut-api-neraka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ab50ee125d55731668b0b17163000152?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jennisaris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Abu Nawas Mati ?</title>
		<link>http://jennisaris.wordpress.com/2010/12/13/abu-nawas-mati/</link>
		<comments>http://jennisaris.wordpress.com/2010/12/13/abu-nawas-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Dec 2010 05:00:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jennisaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jennisaris.wordpress.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[Baginda Raja pulang ke istana dan langsung memerintahkan para prajuritnya menangkap Abu Nawas. Tetapi Abu Nawas telah hilang entah kemana karena ia tahu sedang diburu para prajurit kerajaan. Dan setelah ia tahu para prajurit kerajaan sudah meninggalkan rumahnya, Abu Nawas baru berani pulang ke rumah. &#8220;Suamiku, para prajurit kerajaan tadi pagi mencarimu.&#8221; &#8220;Ya istriku, ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jennisaris.wordpress.com&amp;blog=9301358&amp;post=174&amp;subd=jennisaris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Helvetica;font-size:12px;line-height:15px;color:#333333;"> </span></p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:5px;text-align:justify;">Baginda Raja pulang ke istana dan langsung memerintahkan para prajuritnya menangkap Abu Nawas. Tetapi Abu Nawas telah hilang entah kemana karena ia tahu sedang diburu para prajurit kerajaan. Dan setelah ia tahu para prajurit kerajaan sudah meninggalkan rumahnya, Abu Nawas baru berani pulang ke rumah.</p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:5px;text-align:justify;">&#8220;Suamiku, para prajurit kerajaan tadi pagi mencarimu.&#8221;</p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:5px;text-align:justify;">&#8220;Ya istriku, ini urusan gawat. Aku baru saja menjual Sultan Harun Al Rasyid menjadi budak.&#8221;</p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:5px;text-align:justify;">&#8220;Apa?&#8221;</p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:5px;text-align:justify;">&#8220;Raja kujadikan budak!&#8221;</p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:5px;text-align:justify;">&#8220;Kenapa kau lakukan itu suamiku.&#8221;</p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:5px;text-align:justify;">&#8220;Supaya dia tahu di negerinya ada praktek jual beli budak. Dan jadi budak itu sengsara.&#8221;</p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:5px;text-align:justify;">&#8220;Sebenarnya maksudmu baik, tapi Baginda pasti marah. Buktinya para prajurit diperintahkan untuk menangkapmu.&#8221;</p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:5px;text-align:justify;">&#8220;Menurutmu apa yang akan dilakukan Sultan Harun Al Rasyid kepadaku.&#8221;</p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:5px;text-align:justify;">&#8220;Pasti kau akan dihukum berat.&#8221;</p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:5px;text-align:justify;">&#8220;Gawat, aku akan mengerahkan ilmu yang kusimpan,&#8221;</p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:5px;text-align:justify;">Abu Nawas masuk ke dalam, ia mengambil air wudhu lalu mendirikan shalat dua rakaat. Lalu berpesan kepada istrinya apa yang harus dikatakan bila Baginda datang.</p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:5px;text-align:justify;">Tidak berapa alama kemudian tetangga Abu Nawas geger, karena istri Abu Nawas menjerit-jerit.</p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:5px;text-align:justify;">&#8220;Ada apa?&#8221; tanya tetangga Abu Nawas sambil tergopoh-gopoh.</p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:5px;text-align:justify;">&#8220;Huuuuuu &#8230;. suamiku mati&#8230;.!&#8221;</p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:5px;text-align:justify;">&#8220;Hah! Abu Nawas mati?&#8221;</p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:5px;text-align:justify;">&#8220;lyaaaa&#8230;.!&#8221;</p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:5px;text-align:justify;">Kini kabar kematian Abu Nawas tersebar ke seluruh pelosok negeri. Baginda terkejut. Kemarahan dan kegeraman beliau agak susut mengingat Abu Nawas adalah orang yang paling pintar menyenangkan dan menghibur Baginda Raja.</p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:5px;text-align:justify;">Baginda Raja beserta beberapa pengawai beserta seorang tabib (dokter) istana, segera menuju rumah Abu Nawas. Tabib segera memeriksa Abu Nawas. Sesaat kemudian ia memberi laporan kepada Baginda bahwa Abu Nawas memang telah mati beberapa jam yang lalu.</p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:5px;text-align:justify;">Setelah melihat sendiri tubuh Abu Nawas terbujur kaku tak berdaya, Baginda Raja marasa terharu dan meneteskan air mata. Beliau bertanya kepada istri Abu Nawas.</p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:5px;text-align:justify;">&#8220;Adakah pesan terakhir Abu Nawas untukku?&#8221;</p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:5px;text-align:justify;">&#8220;Ada Paduka yang mulia.&#8221; kata istri Abu Nawas sambil menangis.</p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:5px;text-align:justify;">&#8220;Katakanlah.&#8221; kata Baginda Raja.</p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:5px;text-align:justify;">&#8220;Suami hamba, Abu Nawas, memohon sudilah kiranya Baginda Raja mengampuni semua kesalahannya dunia akhirat di depan rakyat.&#8221; kata istri Abu Nawas terbata-bata.</p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:5px;text-align:justify;">&#8220;Baiklah kalau itu permintaan Abu Nawas.&#8221; kata Baginda Raja menyanggupi.</p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:5px;text-align:justify;">Jenazah Abu Nawas diusung di atas keranda. Kemudian Baginda Raja mengumpulkan rakyatnya di tanah lapang. Beliau berkata, &#8220;Wahai rakyatku, dengarkanlah bahwa hari ini aku, Sultan Harun Al Rasyid telah memaafkan segala kesalahan Abu Nawas yang telah diperbuat terhadap diriku dari dunia hingga akhirat. Dan kalianlah sebagai saksinya.&#8221;</p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:5px;text-align:justify;">Tiba-tiba dari dalam keranda yang terbungkus kain hijau terdengar suara keras, &#8220;Syukuuuuuuuur &#8230;&#8230; !&#8221;</p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:5px;text-align:justify;">Seketika pengusung jenazah ketakukan, apalagi melihat Abu Nawas bangkit berdiri seperti mayat hidup. Seketika rakyat yang berkumpul lari tunggang langgang, bertubrukan dan banyak yang jatuh terkilir. Abu Nawas sendiri segera berjalan ke hadapan Baginda. Pakaiannya yang putih-putih bikin Baginda keder<br />juga.</p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:5px;text-align:justify;">&#8220;Kau&#8230; kau&#8230;. sebenarnya mayat hidup atau memang kau hidup lagi?&#8221; tanya Baginda dengan gemetar.</p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:5px;text-align:justify;">&#8220;Hamba masih hidup Tuanku. Hamba mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas pengampunan Tuanku.&#8221;</p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:5px;text-align:justify;">&#8220;Jadi kau masih hidup?&#8221;</p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:5px;text-align:justify;">&#8220;Ya, Baginda. Segar bugar, buktinya kini hamba merasa lapar dan ingin segera pulang.&#8221;</p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:5px;text-align:justify;">&#8220;Kurang ajar! Ilmu apa yang kau pakai Abu Nawas?</p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:5px;text-align:justify;">&#8220;Ilmu dari mahaguru sufi guru hamba yang sudah meninggal dunia&#8230;&#8221;</p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:5px;text-align:justify;">&#8220;Ajarkan ilmu itu kepadaku&#8230;&#8221;</p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:5px;text-align:justify;">&#8220;Tidak mungkin Baginda. Hanya guru hamba yang mampu melakukannya. Hamba tidak bisa mengajarkannya sendiri.&#8221;</p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:5px;text-align:justify;">&#8220;Dasar pelit !&#8221; Baginda menggerutu kecewa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jennisaris.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jennisaris.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jennisaris.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jennisaris.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jennisaris.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jennisaris.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jennisaris.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jennisaris.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jennisaris.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jennisaris.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jennisaris.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jennisaris.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jennisaris.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jennisaris.wordpress.com/174/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jennisaris.wordpress.com&amp;blog=9301358&amp;post=174&amp;subd=jennisaris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jennisaris.wordpress.com/2010/12/13/abu-nawas-mati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ab50ee125d55731668b0b17163000152?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jennisaris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tanda Munculnya Kemakmuran Bagi Muslimin-Muslimat</title>
		<link>http://jennisaris.wordpress.com/2010/12/13/tanda-munculnya-kemakmuran-bagi-muslimin-muslimat/</link>
		<comments>http://jennisaris.wordpress.com/2010/12/13/tanda-munculnya-kemakmuran-bagi-muslimin-muslimat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Dec 2010 04:53:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jennisaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jennisaris.wordpress.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Senin, 22 November 2010 قَالَ رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا تَقُومُ السَّاعَةُ، حَتَّى يُقْبَضَ الْعِلْمُ،وَتَكْثُرَ الزَّلَازِلُ، وَيَتَقَارَبَ الزَّمَانُ، وَتَظْهَرَ الْفِتَنُ، وَيَكْثُرَ الْهَرْجُ، وَهُوَ الْقَتْلُ الْقَتْلُ، حَتَّى يَكْثُرَ فِيكُمْ الْمَالُ، فَيَفِيضَ. (صحيح البخاري) &#160; Sabda Rasulullah saw : “Tiada akan datang hari kiamat hingga tercabutnya ilmu, dan terjadi banyak gempa, dan waktu terasa bergulir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jennisaris.wordpress.com&amp;blog=9301358&amp;post=170&amp;subd=jennisaris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Senin, 22 November 2010</strong></p>
<p><strong>قَالَ رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا تَقُومُ السَّاعَةُ، حَتَّى يُقْبَضَ الْعِلْمُ،وَتَكْثُرَ الزَّلَازِلُ، وَيَتَقَارَبَ الزَّمَانُ، وَتَظْهَرَ الْفِتَنُ، وَيَكْثُرَ الْهَرْجُ، وَهُوَ الْقَتْلُ الْقَتْلُ، حَتَّى يَكْثُرَ فِيكُمْ الْمَالُ، فَيَفِيضَ.</strong></p>
<p><strong>(صحيح البخاري)</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>Sabda Rasulullah saw : “Tiada akan datang hari kiamat hingga tercabutnya ilmu, dan terjadi banyak gempa, dan waktu terasa bergulir cepat, dan munculnya banyak fitnah, dan banyaknya perkelahian dan pembunuhan, hingga berlimpah pada kalian harta, maka harta ditumpahkan seluas-luasnya” (Shahih Bukhari)</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong><em> </em></p>
<p><img title="Image" src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/25mei2009e.jpg" border="0" alt="Image" hspace="6" width="170" height="227" align="left" />Assalamua’laikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ الْجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ هَدَاناَ بِعَبْدِهِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ ناَدَانَا لَبَّيْكَ ياَ مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلّمَّ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِيْ هَذَا الْجَمْعِ اْلعَظِيْمِ</p>
<p>Limpahan Puji kehadirat Allah subhanahu wata&#8217;ala Yang Maha Luhur, Yang Maha Menciptakan segala anugerah, dan berpadu segala anugerah terluhur Nya pada satu makhluk Yang Paling di Cintai Nya, Yang dengan mencintainya terbukalah kesempurnaan iman, yang pada setiap ucapan kalimat tuntunannya tersimpan rahasia keridhaan Allah, dan itulah anugerah terluhur, Sayyidina Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam Yang Allah utus sebagai pembawa dan pengenal iman, iman adalah kenikmatan terbesar bagi kita, dan Allah subhanahu wata&#8217;ala menerbitkan iman dengan Muhammad Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam sebagai matahari penerbitnya, menerangi kita sebagaimana firman Nya subhanahu wata&#8217;ala :</p>
<p><span id="more-170"></span></p>
<p>يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا، وَدَاعِيًا إِلَى اللَّهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيرًا</p>
<p><strong><em>“Wahai Nabi, Sungguh Ku utus engkau untuk menjadi saksi, saksi bagi setiap umatnya dan saksi bagi para Nabi yang terdahulu dan pembawa kabar gembira dan pembawa teguran dan sebagai penyeru kejalan Allah dengan izin Allah” (QS Al Ahzab 46)</em></strong><em> </em><br /> Maksud kalimat “izin Allah” adalah seruan Beliau shallallahu &#8216;alaihi wasallam itu demikian luhurnya dan tidak akan berhenti dengan wafatnya Beliau, tapi berkelanjutan dari zaman ke zaman abadi, menghantar manusia menuju keluhuran yang fana dan yang abadi.</p>
<p>Hadirin hadirat yang di muliakan Allah,<br /> Demikian Sang Pemilik keabadian, telah menganugerahkan kepada kita seorang pemimpin dan imam yang sangat luhur yang dengan mengikuti Beliau terbitlah cinta Allah yang tidak di terima cinta kepada Allah kecuali dengan mengikuti Muhammad Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam</p>
<p>قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ</p>
<p><strong><em>“Katakanlah jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam), maka kalian akan dicintai Allah dan Dia swt akan mengampuni dosa dosa kalian, dan Allah itu Maha Mengampuni dan Maha Berkasih sayang” (Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam)” (QS Ali Imran 31).</em></strong><em> </em>Allah palingkan semua orang yang ingin mencintai Allah untuk mengikuti Nabi Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam, kalian akan di Cintai Allah dengan mengikuti Sayyidina Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam</p>
<p>وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ</p>
<p><strong><em>“Dan diampuni dosa – dosa kalian”</em></strong><em> </em><br /> Allah semoga memberi kita kemudahan untuk mengikuti Nabi kita Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam dhahiran wa bathinandidunia dan bersama Beliau di akhirat.</p>
<p>Hadirin hadirat yang di muliakan Allah,<br /> Seraya berfirman Jallawa’ala :</p>
<p>الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ أَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ، وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَآَمَنُوا بِمَا نُزِّلَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَهُوَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ كَفَّرَ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَأَصْلَحَ بَالَهُمْ</p>
<p><strong><em>“Mereka yang tidak mau beriman kepada Sang Nabi maka terhapuslah seluruh amal – amal baik mereka dan mereka yang beriman dan beramal Shaleh, beriman dengan apa yang Ku turunkan kepada Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam, beliau itu adalah kebenaran dari Tuhan pemilik mereka semua yang memelihara seluruh mereka manusia keturunan Adam” (QS Muhammad 1-2)</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong><em> </em></p>
<p>Setiap detik didalam pemeliharaan Ilahi, pemandangannya, pendengarannya, lisannya, detak jantungnya, setiap nafasnya, yang semuanya berada didalam pemeliharaan Yang Maha Tunggal, ketika Allah mencabut satu darinya maka penglihatan tidaklagi bisa melihat kecuali dengan izin Nya, pendengaran tidak bisa mendengar kecuali dengan izin Nya, seluruh sel tubuh tidak akan berfungsi kecuali dengan perintah Nya, kecuali dengan instruksi Ilahi untuk terus berbakti kepada kita dan menopang apa yang kita inginkan baik dan buruknya dan kebaikan akan kembali kepada kita 10 kali lebih besar hingga 700 kali lebih besar dari kebaikan itu sendiri dan kejahatan akan kembali pula kepada kita satu kali saja, namun merugilah mereka yang berbuat kejahatan. Semoga Allah menjauhkan kita dari segala perbuatan yang jahat dhahir dan bathin, amin Allahumma amin.</p>
<p>“ketika mereka para sahabat merasakan banyak yang berbuat dosa dan kesalahan, hati mereka gundah dan tidak tenang ingin mendapatkan pengampunan yang jelas dari Allah maka Allah swt berfirman menceritkannya :</p>
<p>وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللَّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَّابًا رَحِيمًا</p>
<p><strong><em>“mereka berdatangan kepadamu (wahai Muhammad), lalu mereka mohon pengampunan dosa kepada Allah subhanahu wata&#8217;ala dihadapan Nabi Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam, Maka Rasul shallallahu &#8216;alaihi wasallam memohonkan pengampunan dosa untuk mereka,</em></strong><em> </em>(mereka itu yang datang kepada Nabi Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam dan beristighfar mohon pengampunan kepada Allah di depan Nabi Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam) <strong><em>akan menemui Allah menerima seluruh taubat mereka dan Allah akan berkasih sayang pada mereka” (QS Annisa 64)</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong><em> </em></p>
<p>Allah menyambut mereka yang berdatangan kepada Nabi Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam, beristighfar kepada Allah subhanahu wata&#8217;ala dihadapan Rasulullah, kenapa Allah subhanahu wata&#8217;ala riwayatkan dan sampaikan kejadian ini di dalam Al Qur’an padahal itu jarang terjadi pada shahabah, Allah ingin kemukakan bagaimana mulianya kedudukan Nabi Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam dihadapan Allah “mereka itu ketika telah mendhalimi diri mereka sendiri, banyak diantara mereka yang merasa banyak telah berbuat dosa datang kehadapanmu wahai Muhammad, mereka berdatangan kehadapan Rasulullah lalu baru beristighfar kepada Allah karena mereka tau cintanya kepada Allah paling banyak ada pada Sayyidina Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam, mereka tidak tau kemana lagi harus mencari maaf dan cinta yang lebih besar dari pada duduk didekat Muhammad Rasulullah untuk mendapat pengampunan kepada Allah”</p>
<p>Hadirin hadirat yang di muliakan Allah,<br /> Oleh sebab itu berkata Sayyidina Abu Hurairah radhiyallahu&#8217;anhu :<br /> <strong><em>“ Wahai Rasulullah ketika kami sedang memandang wajahmu maka terangkat iman kami kepada keluhuran jauh dari pada saat kami tidak sedang melihatmu”</em></strong><em> </em> Demikian indahnya cahaya hidayah yang Allah terbitkan di wajah SayyidinaMuhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam</p>
<p>Hadirin hadirat yang di muliakan Allah,<br /> Sampailah kita ke majelis luhur ini dengan undangan Ilahi untuk mencapai keluhuran yang lebih dari sebelumnya untuk terus di muliakan oleh Allah dari kehinaan menuju kemuliaan, dari kemuliaan menuju kemuliaan yang lebih, tangga – tangga keluhuran yang telah di hamparkan Allah kepada kita hingga naik derajat kita hingga naik lebih luhur dari pada sebelum kedatangan kita ke majelis ini dan keluar dari sini terus membawa rahmat dan teruslah dan teruslah dan janganlah bosan duduk bersama keridhaan Allah dan Rasul Nya.</p>
<p>Saudara saudariku yang di muliakan Allah,<br /> Allah subhanahu wata&#8217;ala tiada henti – hentinya melimpahkan kemuliaan kepadaku dan kalian dan umat ini, walaupun kita melihat adanya musibah disana sini, Gunung Merapi, bencana Alam dan lain sebagainya sebagai teguran dan penghapusan dosa, bukan sebagai kemurkaan untuk umat Sayyidina Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam.</p>
<p>Ingatlah dimasa terdahulu jika Allah subhanahu wata&#8217;ala melihat umat Nabiyallah Musa yang telah jelas – jelas Allah tolong dengan terbelahnya lautan agar mereka selamat dari kejaran Fir’aun lalu Allah timpahkan lautan untuk menenggelamkan Fir’aun, lalu mereka masih juga berbuat maksiat kepada Allah. <strong><em>“Maka Ku angkat Gunung Tursina diatas kepala umat Nabi Musa, </em></strong><em> </em>gunung itu diatas kepala mereka diangkat, mereka di perintah oleh Allah, dipaksa untuk berjanji setia meninggalkan dosa dan taat untuk bersujud kepada Allah subhanahu wata&#8217;ala, maka mereka sujud dengan takutnya, takut gunung itu runtuh diatas kepala mereka” Bukan Allah membuat ledakan kecil, atau awan panas, tapi gunung itu di angkat diatas kepala mereka, jika mereka tidak mau sujud akandi timpakan keseluruhan gunung itu diatas mereka dan hilanglah semua ummat itu.</p>
<p>Hadirin hadirat yang di muliakan Allah,<br /> Bagaimana Allah telah membela umat Nabi Musa a.s namun Allah subhanahu wata&#8217;ala juga adil ketika pembelaan Allah dibalasdengan hal yang kufur dan maksiat maka Allah subhanahu wata&#8217;ala memaksakan mereka untuk taat kepada Nya subhanahu wata&#8217;ala dengan mengangkat Gunung Tursina maka sungguh hal yang terjadi bagi kita ini sangatlah kecil, umat – umat sebelumnya.</p>
<p>Ummat Nabiyallah Daud alaihi salaam ketika sudah dilarang untuk tidak boleh mengambil ikan bernelayan di hari sabtu, namun masih juga mereka berbuat, maka Allah subhanahu wata&#8217;alaberfirman :<br /> <strong><em>“jadilah kalian kera – kera, (monyet – monyet) yang hina, </em></strong><em> </em>(QS Al baqarah 65) berubahlah mereka menjadi kera keseluruhannya yang masih juga tidak taat kepada perintah untuk tidak boleh bernelayan di hari sabtu untuk umat itu, 3 hari kemudian mereka wafat”<br /> Demikian di jelaskan pd kitab kitab tafsir, 3 hari hidup sebagai kera karena menolak perintah Allah subhanahu wata&#8217;ala, bermaksiat kepada Allah subhanahu wata&#8217;ala, kenapa Allah berbuat demikian, karena usia mereka sangat panjang, namun usia umat ini yang sangat singkat dan Nabi Nya yang paling mulia, yang paling indah, ketika mereka telah berkata, yang Allah subhanahu wata&#8217;ala ceritakan :</p>
<p>وَإِذْ قَالُوا اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ هَذَا هُوَ الْحَقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَأَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِنَ السَّمَاءِ أَوِ ائْتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٍ،</p>
<p><strong><em>“ketika mereka berkata (Kata Allah) orang – orang Quraisy, berkata ‘wahai Allah</em></strong><em> </em> (mereka juga percaya kepada Allah, orang Quraisy musyrikin itu percaya kepada Allah juga, dan mereka percaya ada 360 tuhan berhala lainnya selain Allah subhanahu wata&#8217;ala) <strong><em>jika Muhammad ini membawa kebenaran buktikan dengan turunnya hujan batu untuk kami dan dengan datangnya siksaan yang pedih sebagai bukti bahwa beliau ini membawa kebenaran” (QS Al Anfal 32)</em></strong><em> </em></p>
<p>Allah yang menjawab (Allah ceritakan ucapan itu) ketika mereka berkata :</p>
<p>وَإِذْ قَالُوا اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ هَذَا هُوَ الْحَقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَأَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِنَ السَّمَاءِ أَوِ ائْتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٍ، وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ</p>
<p><strong><em>“ketika orang – orang musyrikin Quraisy berkata ‘wahai Allah jika ini kebenaran dari Mu maka tumpahkan kepada kami hujan batu dan siksaan pedih, bukti bahwa Muhammad ini membawa kebenaran….”</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong><em> </em>Lalu Allah meneruskan ayatnya : <strong><em>“Allah tidak akan menyiksa mereka musyrikin Quraisy selama engkau wahai Muhammad masih berada diantara mereka” (QS Al Anfal 32-33)</em></strong><em> </em> Musyrikin Quraisy yang telah menantang Allah masih Allah tahan siksanya karena diantara mereka ada Nabi Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam, Allah jelaskan : <strong><em>“Allah tidak akan menyiksa mereka dan tidak akan menurunkan azab atas mereka kalau engkau ada diantara mereka”</em></strong><em> </em></p>
<p>Hadirin hadirat, padahal mereka layak mendapatkan bala dan azab, mereka menantang Allah kalau ini kebenaran turunkan hujan batu, tetap Allah tolak karena ada Nabi Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam diantara mereka, Rahmatan lil’alamin<br /> Lalu Allah teruskan :<br /> <strong><em>“dan tiadalah Allah akan menurunkan siksaan pada mereka selama ada di antara mereka yang beristighfar” </em></strong><em></em>mohon pengampunan yang banyak maka wilayah – wilayah sekitarnya akan aman, demikian di jelaskan di dalam kutubuttafaasir bahwa yang di maksud bahwa semua orang harus istighfar baru Allah jauhkan musibah, tidak !!! tapiwalau ada sebagian orang yang beristighfar para shalihin shalihat yang berdzikir yang beristighfar memohon pengampunan itu akan membuat Allah menyingkirkan musibah dari pada orang – orang yang jahat walaupun ada di sekitar mereka, Warisan dari pada kemuliaan Rahmatan lil’alamin sayyidina Muhammadshallallahu &#8216;alaihi wasallam.</p>
<p>Hadirin hadirat yang di muliakan Allah,<br /> Dimalam yang luhur ini sampailah kita kepada hadits Rasul shallallahu &#8216;alaihi wasallam</p>
<p>لَا تَقُومُ السَّاعَةُ، حَتَّى يُقْبَضَ الْعِلْمُ،وَتَكْثُرَ الزَّلَازِلُ، وَيَتَقَارَبَ الزَّمَانُ، وَتَظْهَرَ الْفِتَنُ، وَيَكْثُرَ الْهَرْجُ، وَهُوَ الْقَتْلُ الْقَتْلُ، حَتَّى يَكْثُرَ فِيكُمْ الْمَالُ، فَيَفِيضَ. (صحيح البخاري)</p>
<p><strong><em>“belum akan datang hari kiamat, kecuali tanda – tandanya adalah tercabutnya ilmu”</em></strong></p>
<p><strong><em></em></strong><em></em></p>
<p>Bagaimana tercabutnya ilmu ? Rasul bersabda di riwayatkan di dalam Shahih Bukhari dalam riwayat lainnya : <strong><em>“Allah subhanahu wata&#8217;ala mencabut ilmu, (bukan mencabut, langsung dari dada hamba – hambanya ilmu itu dari hati hambanya, Bukan !!!) akan tetapi Allah subhanahu wata&#8217;ala mencabut ilmu dari dunia itu dengan mewafatkan para ulama”</em></strong><em></em> Semoga Allah memanjangkan usia para ulama kita, <strong><em>“sampai satu wilayah tidak lagi tersisa ulama, maka mereka terpaksa mengambil orang yang tidak tahu apa – apa sebagai dianggap ulama maka mereka ditanya, mereka berfatwa semaunya, maka mereka sesat dan menyesatkan”(shahih Bukhari)</em></strong><em></em></p>
<p>Hadirin hadirat dalam riwayat lainnya Rasul shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda :<br /> <strong><em>“para Shalihin wafat dan wafat sampai tidak tersisa lagi shalihin di satu wilayah maka Allah tidak peduli lagi apa yang menimpa wilayah itu, kebaikan kah atau keburukan, tangisankah, apapun yang mereka perbuat Allah tidak lagi melihatnya” (Shahih Bukhari)</em></strong><em></em><br /> Maksudnya keberadaan para Shalihin adalah paku – paku di muka bumi dan ketidak beradaan mereka dan kemangkatan mereka adalah akan membuat semakin banyaknya musibah karena merekalah yang paling banyak istighfar, merekalah banyak do’a, merekalah yang banyak dzikir maka bagaimana cara menolak musibah ? membangkitkankembali generasi ahlul dzikir, generasi shalihin, generasi ahlul Sujud. Semoga bangkit muslimin muslimat dengan generasi shalihin, generasi muqarrabin.Amin Allahumma amin.<br /> <strong><em>Juga dengan semakin cepatnya perputaran waktu,</em></strong><em></em> terasa semakin cepat waktu itu dari mulai pagi baru saja istirahat sebentar sudah waktu dhuhur, baru dhuhur sudah masuk Ashar, baru selesai Ashar tidak lama maghrib, isya’ serasa hari semakin hari semakin cepat, menunjukkan waktu hari akhir akan segera semakin mendekat, <strong><em>dan banyaknya gempa bumi,</em></strong><em></em> di mana – mana terjadi gempa, gunung merapi buat gempa, Tsunami buat gempa, banjir buat gempa, tanpa sebab gempa terjadi, di mana – mana gempa, <strong><em>dan munculnya banyak fitnah,</em></strong><em></em> banyak fitnah di sini di riwayat lainnya yaitu banyak yang mengaku Nabi, ada yang mengaku Tuhan, ada yang mengaku malaikat <strong><em>dan semakin banyak terjadi pembunuhan dan pembunuhan,</em></strong><em></em> terjadi pembunuhan, perpecahan, saling hantam satu sama lain, itu semua terus terjadi <strong><em>sampai datang waktunya nanti berlimpah pada kalian harta dan dia betul – betul dilimpah ruahkan oleh Allah subhanahu wata&#8217;ala.</em></strong><em></em></p>
<p>Hadirin hadirat ini ditanyakan oleh para sahabat dalam riwayat lainnya<br /> <strong><em>“wahai Rasul, kami bertanya bagaimana saat berlimpahnya harta bagi penduduk bumi di akhir zaman itu”</em></strong><em></em> Rasul bersabda :<br /> <strong><em>“mereka lebih mencinta sujud dari pada kehidupan dunia mereka” (Shahih Bukhari)</em></strong><em></em> Maksudnya semakin banyak orang yang suka dengan sujud dan dzikir menunjukkan semakin dekatnya waktu kemakmuran akan tiba janji Sayyidina Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam.</p>
<p>Hadirin hadirat yang di muliakan Allah,<br /> Demikian luhurnya Rasul shallallahu &#8216;alaihi wasallam menceritakan kejadian ini dan semua kejadian ini telah terjadi tinggal yang terakhir yang saya tunggu munculnya kemakmuran, semoga segera berlimpah kemakmuran atas muslimin muslimat, tanda – tandanya yang sudah di perlihatkan dan sudah jelas insya Allah akan semakin dekat, semakin banyak orang yang sujud, makin banyak orang yang cinta sujud, sujud dengan jasadnya dan sujud dengan hatinya, berdzikir adalah hakikatnya sujud, semua ibadah adalah hakikatnya sujud, semua taat adalah hakikatnya sujud.</p>
<p>Hadirin hadirat yang di muliakan Allah,<br /> Maka semakin banyak generasi muda yang baik dan bertaubat kepada Allah subhanahu wata&#8217;ala, tanda kemakmuran semakin dekat, semoga Allah mempercepatnya, hingga tersingkir dan berhenti semua bencana, berhenti semua perpecahan, berhenti semua itu berganti dengan kemakmuran,<br /> saat itu di tanyakan kepada Rasul, diriwayatkan di riwayat yang tsiqa,<br /> <strong><em>“Wahai Rasul shallallahu &#8216;alaihi wasallam bagaimana saat itu kejadian bumi?” </em></strong><em></em><br /> <strong><em>“Allah perintahkan pada bumi untuk memuntahkan semua pendaman hartanya, bumi di perintahkan oleh Allah, pendaman harta qarun semua di muntahkan oleh bumi saat itu”</em></strong><em></em> Mulai harta karun, semua yang terpendam, apakah berupa emas yang belum di buat (emas yang masih mentah) atau berlian, atau lainnya, mulai di keluarkan oleh bumi terus, sampai pendaman – pendaman orang – orang yang terdahulu di keluarkan oleh bumi dan di perintahkan oleh Allah subhanahu wata&#8217;ala untuk mengeluarkannya, untuk orang – orang yang banyak dzikir, banyak beribadah, banyak bersedekah, banyak bersujud kepada Allah subhanahu wata&#8217;ala.</p>
<p>Hadirin hadirat semoga hal itu akan semakin dekat amin Allahumma amin, diriwayatkan didalam riwayat yang tsiqah, ketika Rasul shallallahu &#8216;alaihi wasallam berwasiat, diriwayatkan di dalam Shahih Muslim Rasul shallallahu &#8216;alaihi wasallam mewasiatkan barang siapa yang kehilangan sesuatu, maka hendaknya dia berdo’a :</p>
<p>اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَ ا</p>
<p><strong><em>“Wahai Allah berilah aku pahala atas musibah yang menimpaku dan gantikanlah dengan yang lebih baik”</em></strong><em></em><br /> Hal ini di dengar oleh ummu Salamah radhiyallanhawa ardoha ketika suaminya wafat yaitu Abu Salamah, maka ia membaca do’a ini,</p>
<p>Hati – hati dengan lintasan pemikiranmu !!!karena lintasan pemikiranmu di lihat oleh Allah dan Allah bisa menentukan baik dan buruknya seseorang dengan melihat lintasan pemikirannya.<br /> Di riwayatkan di dalam Shahih Bukhari Rasul shallallahu &#8216;alaihi wasallambersabda :<br /> <strong><em>“hati – hati dengan cita – cita kalian karena kalian tidak tau apa yang akan di berikan oleh Allah untuk kalian”</em></strong><em></em> Menunjukkan apa dari getaran jiwa kita bisa merubah nasibmu dimasa mendatang menjadi lebih baik atau menjadi lebih buruk.</p>
<p>Berkata Ummu salamah didalam hatinya :<br /> <strong><em>“aduuh ….suamiku wafat diambil Allah subhanahu wata&#8217;ala, namun diajarkan oleh Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam, suruh baca ‘wahai Allah beri aku pahala musibahku ini dan gantikan dengan yang lebih baik darinya’ lalu aku berkata ‘ya sudah aku ikuti Sunnah Nabi ku Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam sambil bertanya – Tanya mana ada lagi yang lebih baik dari suamiku, karena Abu Salamah adalah orang yang pertama kali mati syahid”</em></strong><em></em></p>
<p>Maka beberapa tahun kemudian Ummu Salamah hijrah ke Madinatul Munawarah, lalu dia dilamar oleh Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam, maka Ummu Salamah menjerit dan menangis.<br /> Maka Rasul shallallahu &#8216;alaihi wasallamberkata :<br /> <strong><em>“wahai Ummu Salamah jika kau tidak mau terima lamaranku, aku akan pulang jangan sampai membuatmu sedih, jangan sampai membuatmu bingung, kenapa engkau menjerit dan menangis”</em></strong><em></em> Ummu Salamah berkata :<br /> <strong><em>“Wahai Rasulullah, bertahun – tahun yang lalu saat suamiku wafat aku ingat do’amu kau katakan “ beri aku pahala dalam musibah aku, gantikan dengan yang lebih baik darinya’ aku teringat yang wafat suamiku, siapa yang lebih baik dari suamiku?? ternyata getaran hatiku itu di dengar Allah, dan kini engkau wahai Rasul di tunjukkan oleh Allah gantinya”</em></strong><em></em><br /> Dari pertanyaan Ummu salamah “siapa yang lebih mulia dari suaminya ?”Allah jawab dengan Sayyidina Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam sebagai gantinya, maka aku menangis kata Ummu Salamah<strong><em>“bagaimana kau bisa melamar?” “perintah Allahsubhanahu wata&#8217;ala”</em></strong><em></em></p>
<p>Hadirin hadirat yang di muliakan Allah,<br /> Demikian indahnya aturan Ilahi, bagi mereka yang sangka baik kepada Allah subhanahu wata&#8217;ala,maka perbanyaklah sangka baikmu, sebagaimana sabda Rasul shallallahu &#8216;alaihi wasallam : <strong><em>“diantara kalian ada yang beramal dengan amal – amal ahli Syurga, amal – amal baik terus sampai antara dia dan syurga hanya tinggal 1 hasta lagi saja, tinggal beberapa nafas lagi dalam hidupnya didahului oleh kehendak Allah, di dahului oleh ketentuan Allah, bahwa dia harus menjadi penduduk Neraka, maka dia berubah amalnya menjadi amal – amal orang – orang yang jahat maka ia wafat dalam keadaan masuk Neraka, diantara kalian ada orang – orang yang terus jahat sampai antara dia dengan Neraka hanya tinggal 1 hasta saja lalu dia di dahului oleh ketentuan Allah untuk masuk kedalam Syurga maka berbalik amal pahalanya menjadi amal – amal orang yang baik setiap perbuatannya maka ia wafat dan wafat sebagai ahli Syurga” (Shahih Bukhari)</em></strong><em></em>Para Muhadditsin mensyarahkan Hadits ini adalah dari sebab getaran hati terjadi, ketika hati itu berbuat yang baik – baik pikirannya luhur maka itu akan menuntunnya kepada khusnul khatimah, namun apabila hati itu jahat walaupun ibadahnya banyak hatinya terus menghina orang, hatinya terus sombong pada orang lain, hatinya terus membenci orang lain, hatinya terus mencela orang lain, bisa saja di akhir Allah melihat orang ini tidak pantas masuk kedalam Syurga, maka Allah balikkan dengan ketentuannya, karena Allah subhanahu wata&#8217;ala.<br /> <strong><em>“Sungguh Allah itu kata Rasul shallallahu &#8216;alaihi wasallam tidak melihat pada perbuatan dan bentuk kalian tapi melihat kalian pada niat perbuatan itu, dan melihat apa yang ada pada Sanubari kalian, yang kalian fikirkan”</em></strong><em></em></p>
<p>Hadirin hadirat saat seseorang bertakbir “Allahu Akbar” hatinya kosong, dia mendapat pahala, namun ketika ia bertakbir “Allahu Akbar” 1 kali dengan ucapan penuh kerinduan kepada Allah, jauh beribu kali lebih indah dari pada orang yang mengucapkannya yang sama dengan niat yang berbeda. Hadirin hadirat semoga Allah meluhurkan hati kita dengan cahayanya, perindah hati kita dengan keindahannya.</p>
<p>Hadirin hadirat yang di muliakan Allah, Maka jagalah hati dan sanubarimu, dalam niat – niat dan cita – cita, selalulah bercita – cita dengan hal – hal yang luhur, maka Allah akan melimpahkan keluhuran.</p>
<p>Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah, Di riwayatkan di dalam riwayat yang tsiqah ketika salah satu wanita Bani Dinar yang saat Rasul shallallahu &#8216;alaihi wasallam pulang dari peperangan maka dikatakan kepada ibu – ibu itu :<br /> <strong><em>“wahai ibu suamimu wafat…”</em></strong><em></em> Maka berkata ibu itu :</p>
<p>مَا أَخْبَرَ رَسُوْلُ الله&#8230;؟</p>
<p><strong><em>(Rasulullah kabarnya bagaimana?)</em></strong><em></em><br /> Dia lebih mencintai Rasul shallallahu &#8216;alaihi wasallam dari yang lainnya, maka datang orang ke dua :<br /> <strong><em>“wahai ibu sabar suamimu wafat anakmu juga wafat”</em></strong><em></em><br /> Ibu itu berkata :</p>
<p>مَا أَخْبَرَ رَسُوْلُ الله&#8230;؟</p>
<p><strong><em>(Rasulullah kabarnya dulu bagaimana?)</em></strong><em></em> Maka datang orang ketiga :<br /> <strong><em>“wahai ibu ayahmu wafat”</em></strong><em></em><br /> Maka berkata ibu itu :</p>
<p>مَا أَخْبَرَ رَسُوْلُ الله&#8230;؟</p>
<p><strong><em>(Rasulullah kabarnya dulu bagaimana?)</em></strong><em></em><br /> Maka datang orang yang ke empat :<br /> <strong><em>“wahai ibu kakakmu wafat”</em></strong><em></em><br /> Habislah sudah semua seluruh keluarganya, sebatang kara sendiri dia berkata :</p>
<p>مَا أَخْبَرَ رَسُوْلُ الله&#8230;؟؟؟؟؟!!</p>
<p><strong><em>“Bagaimana kabarnya Rasulullah dulu???”</em></strong><em></em><br /> Suaminya wafat, anaknya wafat, kakaknya wafat, ayahnya wafat, ia berkata bagaimana kabarnya Rasulullah, maka orang berkata :</p>
<p>رَسُوْلُ اللهِ فيِ عَافِيَةٍ كَمَا شِئْتِ</p>
<p><strong><em>(Wahai ibu Rasulullah dalam keadaan sehat wal’afiat seperti yang kau inginkan)</em></strong><em></em></p>
<p>دلني اليه&#8230;.!</p>
<p><strong><em>“tunjukkan aku kepada Rasul, aku ingin melihat Beliau dulu supaya aku tenang bahwa beliau betul – betul sehat wal’afiat”</em></strong><em></em><br /> Maka saat dia di bawakan kepada Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallamyang juga baru pulang dari peperangan diatas kuda putihnya, maka teriaklah ibu – ibu itu :</p>
<p>يَا رَسُوْلُ الله، كُلُّ مُصِيْبَةٍ دُوْنَكَ جَلَل (أي صغيرة)</p>
<p><strong><em>“Wahai Rasulullah, semua musibah kecil asal kau sehat wal’afiat…!”</em></strong></p>
<p><strong><em></em></strong><em></em></p>
<p>Suaminya wafat, anaknya wafat, ayahnya wafat, kakaknya wafat, dia katakan “semua musibah kecil asal kau sehat wal’afiat wahai Rasul”<br /> Demikian indahnya cinta wanita dari Bani Dinar kepada Nabi Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam.</p>
<p>Hadirin hadirat diriwayatkan di dalam Adabul mufrad oleh Imam Bukhari bahwa salah satu seorang sahabat, ketika Rasul shallallahu &#8216;alaihi wasallam wafat dia berkata :<br /> <strong><em>“Wahai Allah, ambil mataku, butakan penglihatanku, aku tidak mau melihat lagi apa – apa setelah wafatnya Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam, jangan sampai mataku melihat lagi setelah wafatnya Nabi Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam”</em></strong><em></em><br /> Maka ia di butakan oleh Allah, para sahabat berdatangan kepadanya, bersilaturrahmi kepadanya karena dia buta, berkata para Sahabat :<br /> <strong><em>“kenapa engkau buta?”</em></strong><em></em><br /> Ia berkata :<br /> <strong><em>“aku tidak mau lagi melihat apapun kalau tidak lagi lihat wajah Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam, tidak bisa digantikan dengan kijang – kijang indah dari Yaman atau pemandangan – pemandangan lainnya, tidak bisa di gantikan oleh wajah indahnya Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam, aku tidak butuh mataku lagi biar saja buta kalau tidak lagi memandang wajah Nabi Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam”</em></strong><em></em> Demikian indahnya hati mereka para Sahabat Rasul, cinta mereka kepada Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam.</p>
<p>Di riwayatkan seorang ibu – ibu tua lanjut usia, ketika Sayyidina Umar bin Khattab radhiyallahu&#8217;anhu lewat, Khalifah di masa lalu, pemimpin di masa lalu malam tidak tidur, keliling kerumah – rumah fuqara, keliling ke rumah – rumah dhu’afa, ke rumah – rumah orang susah , kerumah anak yatim barangkali ada rintihan tangis, barangkali ada yang kelaparan, barangkali ada yang kebutuhan maka dia lewat, rumah – rumah itu di ketahui, satu rumah di lewati Sayyidina Umar bin Khattab tau di situ ada seorang ibu – ibu lanjut usia yang sendiri sebatang kara tidak ada orang bersamanya di lewati oleh Sayyidina Umar bin Khattab mau di lihat apakah pelitanya hidup atau barangkali perlu di bantu untuk menghidupkan pelitanya, Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu&#8217;anhum, maka di malam hari itu iamendengar senandung do’a munajat dan tangis dari ibu tua itu, maka Sayyidina Umar mendekatkan telinganya <strong><em>“ jangan – jangan ibu – ibu ini lapar, kurang makanannya, aku harus membantunya”</em></strong><em></em><br /> Maka ia mendekatkan telinganya apa yang di rintihkan ibu itu, ternyata ibu itu sedang berdo’a :<br /> <strong><em>“wahai Allah kau telah pisahkan aku dari Nabi Muhammad di dunia, jangan pisahkan lagi aku dengan Muhammad di akhirat, di dunia sudah kau buat Rasul wafat sebelumku, jangan sampai di akhirat aku tidak jumpa lagi”</em></strong><em></em><br /> Jatuh roboh Sayyidina Umar bin Khattab radhiyallahu&#8217;anhu mendengar ibu itu, hingga tidak bisa lututnya menahan tubuhnya, dia jatuh berlutut dan menangis dari rindunya kepada Rasul shallallahu &#8216;alaihi wasallam dan dari harunya atas do’a ibu yang sudah lanjut usia itu yang masih terus sedih dengan wafatnya Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam, sehingga berkata :<br /> <strong><em>“wahai Allah kau telah wafatkan dan pisahkan aku dengan Nabi Muhammad di dunia, jangan pisahkan aku dengan Nabi Muhammad di akhirat”</em></strong><em></em>Demikian do’a ibu itu, Sayyidina Umar menangis radhiyallahu&#8217;anhu.</p>
<p>Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,<br /> Diriwayatkan di dalam Shirah ibn Hisyam dan lainnya, bahwa ketika Rasul shallallahu &#8216;alaihi wasallam berkurban untuk menyembelih onta, onta – onta itulah yang berdesakan ingin di sembelih oleh Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam, padahal kebiasaan hewan, sebagaimana hewan kalau mau di sembelih pasti akan mengamuk kalau melihat darah atau melihat temannya di sembelih, musti di tutup tidak boleh melihat, Maka Rasul shallallahu &#8216;alaihi wasallamberkata : <strong><em>“Buka biarkan mereka melihat”</em></strong><em></em><br /> <strong><em>“Wahai Rasul mereka kalau melihat darah mengamuk”</em></strong><em></em><br /> <strong><em>“biarkan mereka melihat”</em></strong><em></em><br /> Maka para onta itu melihat, ketika Rasul sudah mengeluarkan pisaunya dan menajamkannya apa yang di perbuat oleh onta – onta itu, berdesakan untuk lebih dahulu di sembelih oleh tangan Sayyidina Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam, roboh satu onta, yang lain menjulurkan kepalanya, satu – satu berdesakan ingin dahulu di sembelih oleh Nabi Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam.</p>
<p>Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,<br /> Demikian cintanya hewan – hewan kepada Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam, di jelaskan oleh Al Imam Muhadits Al Imam Abdurrahman Addiba’i didalam maulidnya yang terkenal Ad Diba’</p>
<p>أَلمَْ تَرَاهَا وَقَدْ مَدَّتْ خُطَاهَا، وَسَالَتْ مِنْ مَدَامِعِهَا سَحَائِبْ، فَهِمْ طَرَبًا كَمَا هَامَتْ وَإِلَّا فَإِنَّكَ فِي طَرِيْقِ الْحُبِّ كَاذِبْ</p>
<p><strong><em>Apakah kalian tidak lihat bahwa semua onta (sampai saat ini) yang mau menuju ke Madinah pasti onta – onta itu akan langkahnya di perpanjang ( melangkahnya lebih cepat, terburu – buru) ingin sampai ke Madinah, akan kalian saksikan semua onta kalau mau masuk ke madinah pasti mengalirkan air matanya karena mereka bergegas ingin cepat sampai ke Madinah.</em></strong><em></em> Fahamilah rahasia cinta kepada Rasul shallallahu &#8216;alaihi wasallam kalau tidak maka engkau berada kepada keadaan cinta yang dusta kepada Nabi Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam.</p>
<p>Hadirin hadirat yang di muliakan Allah,<br /> Demikian keadaan para Shahabat, demikian keadaan pria dan wanitanya, demikian keadaan hewan – hewan, demikian keadaan yang Allah tunjukkan kepada kita, cinta mereka kepada Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam, bagaimana dengan kita.</p>
<p>Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,<br /> Rasul shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda sebelum beliau wafat:<br /> <strong><em>“Rasul shallallahu &#8216;alaihi wasallam adalah orang yang paling ramah, orang yang paling baik, orang yang paling sopan, orang yang paling berakhlak, orang yang tidak pernah menolak siapapun, ramah kepada semua musuh dan teman”</em></strong><em></em></p>
<p>Hadirin hadirat yang di Muliakan Allah,<br /> Hanya mau memerangi mereka yang memerangi muslimin, maka sebagaimana firman Allah subhanahu wata&#8217;ala :</p>
<p>النَّبِيُّ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ</p>
<p><strong><em>“Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam itu lebih patut kau dahulukan dari diri kalian sendiri, dan istri beliau saw adalah ibunda ibunda orang mukmin” (QS Al Ahzab 6)</em></strong></p>
<p><strong><em></em></strong><em></em></p>
<p>Demikian firman Allah dan Istri – istri Nabi adalah ibunda mu’minin, maka saat ayat itu turun Rasul berkata :<br /> <strong><em>“barang siapa yang diantara kalian telah faham makna ayat itu bahwa aku lebih berhak dari kalian atas diri kalian sendiri maka siapapun dari kalian yang wafat lalu dia mempunyai harta waris maka bagikan kepada hak warisnya, kalau dia mempunyai hutang yang tersisa datang kepadaku aku yang akan melunasi karena aku lebih berhak atas diri orang itu, lebih berhak melunasi hutangnya dari orang beriman ituatas hutangnya”(Shahih Bukhari)</em></strong><em></em><br /> Kalau ia wafat belum bayar hutangnya aku yang bayar karena aku yang berhak dari ahli warisnya Shalallahualaihi wasalama wabaraka alaih wa’ala alih, Sayyidina Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam inilah Nabi mu Muhammad, Inilah idolamu Sayyidina Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam dan beliau ini selalu menghibur semua yang sedih mereka yang sedih dari para sahabat, beliau yang menghiburnya, mereka yang dalam kesusahan beliau yang menolongnya, mereka yang dalam masalah beliau yang menyelesaikan, mereka yang dalam apapun,mereka sakit beliau yang jenguk, mereka yang wafat beliau yang kuburkan.</p>
<p>Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah, demikianlah Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam beliau berfikir bahwa beliau akan wafat, maka beliau berkata :<br /> <strong><em>“Jika kalian nanti melihat musibah hal yang kalian tidak sukai (maksudnya Rasul tidak bisa lagi menghibur mereka) bersabarlah sampai kalian berjumpa dengan ku ditelaga Haudh shallallahu &#8216;alaihi wasallam”</em></strong><em></em><br /> hiburan untuk seluruh umatnya, menghibur sanubari kita yang hadir pula dimalam ini, mendengarkan ucapan ini bahwa kita tidak melihat beliau kita rindu dengan beliau, dan beliau sudah mengatakan, jika kalian ditimpa musibah atau masalah bersabarlah maksudnya apa?<br /> <strong><em>“Aku tidak sempat menghibur tapi bersabarlah kita akan berjumpa di telaga Haudh”.</em></strong><em></em>Semoga kita semua berjumpa dengan Beliau di telaga Haudh.</p>
<p>Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,<br /> Beliau shallallahu &#8216;alaihi wasallam tidak mau berpisah dengan orang – orang yang mencintai beliau shallallahu &#8216;alaihi wasallam dan selalu ingin dekat dengan mereka, sebagaimana dijelaskan ketika Rasul shallallahu &#8216;alaihi wasallam selesai dari Fatah Makkah Beliau tetap tidak tinggal di Madinah kampung halamannya Beliau memilih kembali tinggal di Makkah Kampung halamannya Beliau memilih kembalike Madinatul Munawarah Beliau berkata : <strong><em>“wahai Anshar hidupku bersama kalian wafat ku di tempat kalian”</em></strong><em></em> kata Rasul shallallahu &#8216;alaihi wasallam. Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari ketika kaum Anshar ada diantara mereka yang cemburu karena Rasul shallallahu &#8216;alaihi wasallam membagi bagi ghanimah disaat selesai perang Hunain didalam riwayat yang Tsiqah selesai perang Hunain. Rasul membagi bagi kaum Muhajirin, kenapa? Karena muhajirin sudah mereka kembali ke Makkah tidak tinggal terus di Makkah balik lagi bersama Rasul ke Madinah maka Rasul shallallahu &#8216;alaihi wasallam kasihan melihat Muhajirin sudah pulang kampung di tinggal kampungnya ingin bersama Nabi Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam.<br /> Rasul bagi – bagi pada Muhajirin dan pada mu’allaf, kaum Anshar tidak diberi kaum Anshar lagi mengeluh<strong><em> “saat kami sulit kami yang dipanggil”</em></strong><em></em><br /> ketika Rasul dalam desakan diperang hunain Rasul berbalik ke kanan dan kirinya dan berkata :<strong><em>“Wahai kaum anshar…”</em></strong><em></em><br /> maka Anshar pun turun dari atas bukit – bukit dan berkata :<br /> <strong><em>“labbaik wa sa’daik ya Rasulullah” wahai Rasul kami datang, kami datang, kami bersamamu”,</em></strong><em></em>mereka turun dari atas bukit dengan panggilan Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam, maka kaum anshar berkata : <strong><em>“saat sulit kami yang dipanggil, tapi saat bagian pembagian kami tidak di beri”</em></strong><em></em><br /> maka Rasul shallallahu &#8216;alaihi wasallam berkata :<br /> <strong><em>“mereka kembali kerumah rumah mereka membawa ghanimah, membawa harta, membawa kambing, membawa onta, membawa kerbau, kalian belum cukupkah aku pulang ketempat kampung – kampung kalian, aku datang untuk kalian tidak cukupkah aku untuk kalian? Maka mereka ku berikan harta tapi kalian ku berikan diriku”</em></strong><em></em><br /> maka berkatalah kaum Anshar :<br /> <strong><em>“sudah ya Rasulullah, cukup ya Rasulullah kami sangat gembira”</em></strong><em></em><br /> maka Rasul shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda untuk menenangkan kaum Anshar seraya berkata :<br /> <strong><em>“kalau seandainya kaum Anshar meninggalkan Madinah pergi kelembah lain aku akan ikut bersama kaum Anshar, kalau seandainya kaum Anshar pergi kesuatu perbukitan keluar dari Madinah aku akan bersama kaum Anshar, kalau bukan karena hijrah aku adalah dari orang Anshar kata Nabi Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam”.</em></strong><em></em></p>
<p>Kenapa ? karena tidak mau pisah dengan para kekasihnya, kaum Anshar terkenal sangat cinta pada Nabi Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam, saat beliau datang THOLA’AL BADRU ALAINA bergemuruh dengan rebana menyambut kedatangan Nabi Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam, Rasul yang terusir disemua wilayah,terusir di Makkah, di tempat – tempat lainnya, terusir di Thaif dan di tempat lainnya namun di Madinah di sambut dengan hangat Rasul shallallahu &#8216;alaihi wasallam, maka saat itu Rasul shallallahu &#8216;alaihi wasallam tidak lupa cintanya kaum Anshar, yang selalu tidak ingin pisah dengan Rasul shallallahu &#8216;alaihi wasallam. Semoga Allah subhanahu wata&#8217;ala memuliakan kita sejiwa dengan pecinta sayyidina Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam, Rasul shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda didalam riwayat yang Shahih dariImam ibn Katsir dalam tafsirnya bahwa</p>
<p><strong><em>“tiadalah seorang yang bersalam kepada ku kecuali Allah kembalikan ruh ku pada jasad ku sampai aku menjawab salamnya”</em></strong></p>
<p><strong><em></em></strong><em></em></p>
<p>Demikian hadirin hadirat berkata Imam ibn Katsir hadits ini memiliki kejelasan maknawiy bahwa bukan berarti tiap kali orang bersalam ruh nya Rasul masuk ke tubuhnya lalu menjawab, tapi yang dimaksud adalah Rasul itu setelah wafat dihidupkan kembali, dikembalikan ruhnya kepada jasadnya untuk menjawab semua salam umatnya yang tidak pernah berhenti setiap shalat, orang bersalam. demikian di barat dan timur Rasul shallallahu &#8216;alaihi wasallam terus menjawab semua yang bersalam kepada beliau demikian beliau bersabda, namun hadits itu dimaksudkan untuk memuliakan orang – orang yang bersalam kepada beliau dan Allah subhanahu wata&#8217;ala telah berfirman:<br /> <strong><em>“Jika orang – orang bersalam kepada mu jawablah yang lebih baik atau yang sama dengan salam itu” </em></strong><em></em>maka siapapun yang bersalamkepada Rasul shallallahu &#8216;alaihi wasallam dijawab oleh Rasul dengan salam yang lebih indah atau salam yang sama padanya”.</p>
<p>Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah, salah seorang hamba Allah di dalam mimpinya ia melihat di majelis seperti ini di majelis ini orang – orang bersalam, jama’ah kepada Rasul shallallahu &#8216;alaihi wasallam dengan qasidahnya maka Rasul shallallahu &#8216;alaihi wasallam ditanyakan :<br /> <strong><em>“ wahai Rasul saw apakah engkau menjawab salam kami, kami yang bersalam kepada mu di dalam majelis” </em></strong><em></em><br /> maka Rasul shallallahu &#8216;alaihi wasallam menjawab :</p>
<p>عَلَيْكُمْ شَوْقِي وَرَحْمَتِي يا أهل الجلسة&#8230;</p>
<p><strong><em>“atas kalian cinta ku dan kerinduanku wahai hadirin di majelis ini” &#8220;kasih sayangku, dan rinduku atas kalian wahai yang hadir di majelis”</em></strong><em></em></p>
<p>lantas hamba Allah itu bertanya lagi :<br /> <strong><em>“wahai Rasul saw apakah mereka itu semua akan kau janjikan kumpul dengan mu kelak di telaga Haudh” </em></strong><em></em><br /> maka Rasul saw berkata :<br /> <strong><em>“ku janjikan kalian berkumpul dengan ku di telaga Haudh kelak aku telah rindu dengan mereka”</em></strong><em></em></p>
<p>Hadirin hadirat demikian yang saya saksikan sendiri dan demikian indahnya salam terhadap Nabi Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam dan beliau telah berkata :<br /> <strong><em>“Rahmatku, kasih sayang ku, dan rinduku untuk kalian, dan kalian akan berjumpa wahai ahlul majelis, ya ahlul jalsah wahai yang hadir di majelis akan berjumpa dengan ku dan berkumpul dengan ku di telaga haudh”</em></strong><em></em></p>
<p>Hadirin hadirat kita semua insya Allah tidak terkecuali kumpul dengan Rasul shallallahu &#8216;alaihi wasallam kelak.Amin Allahumma amin ya Rabbal ‘alamin.<br /> Hadirin hadirat kita terus berdoa dan bermunajat dan semoga Allah subhanahu wata&#8217;ala membenahi keadaan kita dhahiran wa bathinan mengabulkan segala hajat kita, menghapuskan dosa – dosa kita, dan memperbaiki masa depan kita di dunia dan di akhirat dengan keluhuran, dengan kemuliaan, dengan kesucian, dengan kemakmuran, dengan kebahagiaan, amin Allahumma amin.</p>
<p>فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا &#8230;</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Ucapkanlah bersama-sama</span></strong></p>
<p><strong></strong></p>
<p>يَا الله&#8230;يَا الله&#8230; ياَ الله.. يَا الله&#8230;يَا الله&#8230; ياَ الله..</p>
<p>Kau lah pencipta Nabi Muhammad wahai Allah</p>
<p>يَا الله&#8230;يَا الله&#8230; ياَ الله.. يَا الله&#8230;يَا الله&#8230; ياَ الله..</p>
<p>Kau lah yang telah membuat Sang Nabi untuk menjawab salam semua yang bersalam kepadanya</p>
<p>يَا الله&#8230;يَا الله&#8230; ياَ الله.. يَا الله&#8230;يَا الله&#8230; ياَ الله..</p>
<p>Alangkah indahnya Engkau Wahai Allah, Alangkah indahnya ciptaan Mu Nabi Muhammad</p>
<p>يَا الله&#8230;يَا الله&#8230; ياَ الله.. يَا الله&#8230;يَا الله&#8230; ياَ الله..</p>
<p>Kami hampir tidak percaya, kami yang bersalam ini kepada Sang Nabi di rindukan oleh Beliau, di janjikan bersama beliau di telaga Haudh, hal itu hampir mustahil namun tidak mustahil karna Engkau wahai Yang Maha Dermawan ya Allah, tidak mustahil jika dari Mu wahai Allah</p>
<p>يَا الله&#8230;يَا الله&#8230; ياَ الله.. يَا الله&#8230;يَا الله&#8230; ياَ الله..</p>
<p>Tidak akan mustahil jika dengan kehendak Mu</p>
<p>يَا الله&#8230;يَا الله&#8230; ياَ الله.. يَا الله&#8230;يَا الله&#8230; ياَ الله..</p>
<p>Kami tidak melihat Nabi di dunia, pastikan kami berjumpa dengan beliau di akhirat,<br /> Gemuruh hamba – hamba Mu, penuh dosa, penuh kesalahan, mohon pengampunan<br /> Seandainya Rasulullah ada maka kami akan datang untuk beristighfar pada Mu dihadapan beliau, namun kami tidak jumpa, maka kami hadir di majelis Ta’lim, menyeru Nama Mu, mohon pengampunan di majelis Rasulillah, majelis Sayyidina Muhammad.</p>
<p>يَا الله&#8230;يَا الله&#8230; ياَ الله.. يَا الله&#8230;يَا الله&#8230; ياَ الله..</p>
<p>Ampuni kami, yang lebih banyak memuji selain Mu dari pada memuji Mu, yang lebih banyak memuliakan selain Mu dari pada Mu, lebih banyak mengingat selain Mu dari pada mengingat Mu, Hadirin hadirat apakah kau kira tidak di pertanyakan kelak ?dihadapan Allah</p>
<p>يَا الله&#8230;يَا الله&#8230; ياَ الله.. يَا الله&#8230;يَا الله&#8230; ياَ الله..</p>
<p>Wahai Allah syafaati kami dengan Nabi Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam, Di dunia dan di akhirat, di dunia dengan keberkahan dan kemakmuran di akhirat dengan bebas dari api Neraka dan Hisab, mustahil kami mendapatkannya kecuali dari Mu wahai Allah</p>
<p>يَا الله&#8230;يَا الله&#8230; ياَ الله.. يَا الله&#8230;يَا الله&#8230; ياَ الله..</p>
<p>Kami bertawassul kepada Nabi kami Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam, agar engkau limpahi keberkahan di dunia, keluhuran di dunia dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat, kemuliaaan di dunia dan di akhirat dan bebas dari api Neraka, hal ini mustahil kalau bukan dari Mu ya Allah</p>
<p>يَا الله&#8230;يَا الله&#8230; ياَ الله.. يَا الله&#8230;يَا الله&#8230; ياَ الله..</p>
<p>Wahai Raja Langit dan Bumi, wahai yang Maha Melihat lintasan pemikiran kami, beri kami kelezatan, kenikmatan, di dalam dhahir dan bathin lebih dari hari – hari sebelumnya dan tidak pernah sirna, berkesinambungan, hingga kami Menghadap Mu dan di hadapan Mu</p>
<p>يَا الله&#8230;يَا الله&#8230; ياَ الله.. يَا الله&#8230;يَا الله&#8230; ياَ الله..</p>
<p>Percepat datangnya kemakmuran, percepat selesainya gempa, percepat selesainya segala fitnah, percepat selesainya segala musibah, percepat terbitnya kemakmuran</p>
<p>يَا الله&#8230;يَا الله&#8230; ياَ الله.. يَا الله&#8230;يَا الله&#8230; ياَ الله..</p>
<p>يَا الله&#8230;يَا الله&#8230; ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم &#8230;لاَإلهَ إلَّاالله&#8230;لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ اْلعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ&#8230;لاَ إِلهَ إِلَّا الله رَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِ&#8230;لاَ إِلهَ إلَّا اللهُ رَبُّ السَّموَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمِ&#8230; مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ،كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ</p>
<p>Hadirin hadirat Yang di muliakan Allah,<br /> Hal yang perlu saya sampaikan besok malam majelis kita,<br /> majelis Akbar, Selasa 23 November 2010<br /> ada di Masjid Kramat Luar Batang<br /> Al Habib husein bin Abi Bakar Alaydrus, di maqamnya, jadi maulidnya disana sekaligus ziarah juga,demikian jamaah besok malam,</p>
<p>Malam kamis, 24 November 2010<br /> mohon kehadiran Jamaah di Majelis Akbar<br /> di kediaman H. Asikin Sukarso<br /> Jl. Gabus Rt.08/07 Sunter Jaya, Jakarta utara,<br /> karena wilayah ini sangat kering dari pada sentuhan dakwah dan masyarakat yang sedikit dari beberapa segelintir orang yang menginginkan Gema syi’ar yang besar hingga membangkitkan semangat lainnya di wilayah Sunter, mudah – mudahan Allah subhanahu wata&#8217;ala berikan cuaca yang baik dan keadaan yang baik untuk bisa hadir di malam kamis nanti, kehadiran kita tentunya membawa keberkahan bagi kitayang utama itu sudah jelas, yang kedua kalau di wilayah – wilayah yang sepi dari dakwah maka kita mendapat pahala dakwah karena membawa syi’ar dan membawa keridhaan Allah subhanahu wata&#8217;ala dan gembiranya Allah subhanahu wata&#8217;ala kegembiraan kepada Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam karena terlihat syi’ar yang besar membuat orang – orang terpesona, orang – orang jadi penasaran dan semakin banyak yang Taubat karena turunnya Rahmat di tempat tersebut.</p>
<p>Demikian juga malam Jum’at ,25 November 2010<br /> Majelis malam Jum’at di Masjid Maulana Hasanuddin<br /> pukul 20:30<br /> Jl. MT. Haryono no.42 Jakarta selatan,<br /> acara dekat dengan Markas pusat majelis Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam, Hadirin hadirat Markas pusat kita dari sejak mulai 3 tahun yang lalu belum bikin acara sama sekali, karena tempatnya repot akan menutup banyak jalan, untuk itu kita akan mengadakan malam jum’at nya di Masjid Maulana Hasanuddin di MT.Haryono, paling dekat dengan Markas masjid ini, semoga Allah melimpahkan cuaca yang baik. Demikian Majelis malam sabtu dan malam minggu, saya mohon maaf malam minggu yang kemarin tidak ikut Ziarah karena kondisi yang tidak mengizinkan,<br /> Semoga Allah subhanahu wata&#8217;ala melimpahkan kesuksesan pada acara – acara akbar kita, khususnya 27 desember mendatang, kedatangan Guru Mulia kita, Al Musnid Al Arifbillah Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidh ke Bumi Jakarta ini, Insya Allah tanggal 27 di Monas dan malam 1 Januari di Gelora Bungkarno.<br /> Semoga Allah melimpahkan kesuksesan, cuaca yang baik dan massa yang jauh lebih banyak dari acara – acara kita yang sebelumnya membawa keberkahan, dan acara ini sukses, mudah – mudahan menjadi gerbang bagi terbukanya kemakmuran bagi muslimin muslimat, di Barat dan timur, amin Allahumma amin ya Rabbal’alamin.</p>
<p>http://majelisrasulullah.org</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jennisaris.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jennisaris.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jennisaris.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jennisaris.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jennisaris.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jennisaris.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jennisaris.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jennisaris.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jennisaris.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jennisaris.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jennisaris.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jennisaris.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jennisaris.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jennisaris.wordpress.com/170/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jennisaris.wordpress.com&amp;blog=9301358&amp;post=170&amp;subd=jennisaris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jennisaris.wordpress.com/2010/12/13/tanda-munculnya-kemakmuran-bagi-muslimin-muslimat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ab50ee125d55731668b0b17163000152?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jennisaris</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://majelisrasulullah.org/images/stories/25mei2009e.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ayat Kursi Menjelang Tidur</title>
		<link>http://jennisaris.wordpress.com/2010/12/13/ayat-kursi-menjelang-tidur/</link>
		<comments>http://jennisaris.wordpress.com/2010/12/13/ayat-kursi-menjelang-tidur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Dec 2010 04:43:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jennisaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jennisaris.wordpress.com/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[Abu Hurairah r.a. pernah ditugaskan oleh Rasulullah S.A.W untuk menjaga gudang zakat di bulan Ramadhan. Tiba-tiba muncullah seseorang, lalu mencuri segenggam makanan. Namun kepintaran Hurairah memang patut dipuji, kemudian pencuri itu kemudian berhasil ditangkapnya. &#8220;Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W,&#8221; gertak Abu Hurairah. Bukan main takutnya pencuri itu mendengar ancaman Abu Hurairah, hingga kemudian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jennisaris.wordpress.com&amp;blog=9301358&amp;post=168&amp;subd=jennisaris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Abu Hurairah r.a. pernah ditugaskan oleh Rasulullah S.A.W untuk menjaga gudang zakat di bulan Ramadhan. Tiba-tiba muncullah seseorang, lalu mencuri segenggam makanan. Namun kepintaran Hurairah memang patut dipuji, kemudian pencuri itu kemudian berhasil ditangkapnya. &#8220;Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W,&#8221; gertak Abu Hurairah. Bukan main takutnya pencuri itu mendengar ancaman Abu Hurairah, hingga kemudian ia pun merengek-rengek : &#8220;Saya ini orang miskin, keluarga tanggungan saya banyak, sementara saya sangat memerlukan makanan.&#8221; Maka pencuri itu pun dilepaskan. Bukankah zakat itu pada akhirnya akan diberikan kepada fakir miskin ? Hanya saja, cara memang keliru. Mestinya jangan keliru.</p>
<p><span id="more-168"></span></p>
<p>Keesokan harinya, Abu Hurairah melaporkan kepada Rasulullah S.A.W. Maka bertanyalah beliau : &#8220;Apa yang dilakukan kepada tawananmu semalam, ya Abu Hurairah?&#8221; Ia mengeluh, &#8220;Ya Rasulullah, bahawa ia orang miskin, keluarganya banyak dan sangat memerlukan makanan,&#8221; jawab Abu Hurairah. Lalu diterangkan pula olehnya, bahawa ia kasihan kepada pencuri itu,, lalu dilepaskannya. &#8220;Bohong dia,&#8221; kata Nabi : &#8220;Pada hala nanti malam ia akan datang lagi.&#8221; Kerana Rasulullah S.A.W berkata begitu, maka penjagaannya diperketat, dan kewaspadaan pun ditingkatkan.Dan, benar juga, pencuri itu kembali lagi, lalu mengambil makanan seperti kelmarin. Dan kali ini ia pun tertangkap. &#8220;Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W,&#8221; ancam Abu Hurairah, sama seperti kemarin. Dan pencuri itu pun sekali lagi meminta ampun : &#8220;Saya orang miskin, keluarga saya banyak. Saya berjanji esok tidak akan kembali lagi.&#8221; Kasihan juga rupanya Abu Hurairah mendengar keluhan orang itu, dan kali ini pun ia kembali dilepaskan. Pada paginya, kejadian itu dilaporkan kepada Rasulullah S.A.W, dan beliau pun bertanya seperti kemarin.</p>
<p>Dan setelah mendapat jawaban yang sama, sekali lagi Rasulullah menegaskan : &#8220;Pencuri itu bohong, dan nanti malam ia akan kembali lagi.&#8221; Malam itu Abu Hurairah berjaga-jaga dengan kewaspadaan dan kepintaran penuh. Mata, telinga dan perasaannya dipasang baik-baik. Diperhatikannya dengan teliti setiap gerak-geri disekelilingnya sudah dua kali ia dibohongi oleh pencuri. Jika pencuri itu benar-benar datang seperti diperkatakan oleh Rasulullah dan ia berhasil menangkapnya, ia telah bertekad tidak akan melepaskannya sekali lagi. Hatinya sudah tidak sabar lagi menunggu-nunggu datangnya pencuri jahanam itu. Ia kesal. Kenapa pencuri kemarin itu dilepaskan begitu sahaja sebelum diseret ke hadapan Rasulullah S.A.W ? Kenapa mahu saja ia ditipu olehnya ? &#8220;Awas!&#8221; katanya dalam hati. &#8220;Kali ini tidak akan kuberikan ampun.&#8221; Malam semakin larut, jalanan sudah sepi, ketika tiba-tiba muncul sesosok bayangan yang datang menghampiri longgokan makanan yang dia jaga. &#8220;Nah, benar juga, ia datang lagi,&#8221; katanya dalam hati. Dan tidak lama kemudian pencuri itu telah bertekuk lutut di hadapannya dengan wajah ketakutan. Diperhatikannya benar-benar wajah pencuri itu. Ada semacam kepura-puraan pada gerak-gerinya. &#8220;Kali ini kau pastinya kuadukan kepada Rasulullah. Sudah dua kali kau berjanji tidak akan datang lagi ke mari, tapi ternyata kau kembali juga. Lepaskan saya,&#8221; pencuri itu memohon. Tapi, dari tangan Abu Hurairah yang menggenggam erat-erat dapat difahami, bahawa kali ini ia tidak akan dilepaskan lagi. Maka dengan rasa putus asa ahirnya pencuri itu berkata : &#8220;Lepaskan saya, akan saya ajari tuan beberapa kalimat yang sangat berguna.&#8221; &#8220;Kalimat-kalimat apakah itu?&#8221; Tanya Abu Hurairah dengan rasa ingin tahu. &#8220;Bila tuan hendak tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu….. Dan seterusnya sampai akhir ayat. Maka tuan akan selalu dipelihara oleh Allah, dan tidak akan ada syaitan yang berani mendekati tuan sampai pagi.&#8221; Maka pencuri itu pun dilepaskan oleh Abu Hurairah. Agaknya naluri keilmuannya lebih menguasai jiwanya sebagai penjaga gudang. Dan keesokan harinya, ia kembali menghadap Rasulullah S.A.W untuk melaporkan pengalamannya yang luar biasa tadi malam. Ada seorang pencuri yang mengajarinya kegunaan ayat Kursi. &#8220;Apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?&#8221; tanya Rasul sebelum Abu Hurairah sempat menceritakan segalanya. &#8220;Ia mengajariku beberapa kalimat yang katanya sangat berguna, lalu ia saya lepaskan,&#8221; jawab Abu Hurairah. &#8220;Kalimat apakah itu?&#8221; tanya Nabi. Katanya : &#8220;Kalau kamu tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu….. Dan seterusnya sampai akhir ayat. Dan ia katakan pula : &#8220;Jika engkau membaca itu, maka engkau akan selalu dijaga oleh Allah, dan tidak akan didekati syaitan hingga pagi hari.&#8221; Menanggapi cerita Abu Hurairah, Nabi S.A.W berkata, &#8220;Pencuri itu telah berkata benar, sekalipun sebenarnya ia tetap pendusta.&#8221; Kemudian Nabi S.A.W bertanya pula : &#8220;Tahukah kamu, siapa sebenarnya pencuri yang ertemu denganmu tiap malam itu?&#8221; &#8220;Entahlah.&#8221; Jawab Abu Hurairah. &#8220;Itulah syaitan.&#8221;</p>
<p><a href="http://www.dongengkakrico.com/index.php?view=article&amp;catid=40:kumpulan-kisahcerita-teladan-a-islami&amp;id=188:ayat-kursi-menjelang-tidur&amp;option=com_content&amp;Itemid=90">http://www.dongengkakrico.com/index.php?view=article&amp;catid=40:kumpulan-kisahcerita-teladan-a-islami&amp;id=188:ayat-kursi-menjelang-tidur&amp;option=com_content&amp;Itemid=90</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jennisaris.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jennisaris.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jennisaris.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jennisaris.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jennisaris.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jennisaris.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jennisaris.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jennisaris.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jennisaris.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jennisaris.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jennisaris.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jennisaris.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jennisaris.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jennisaris.wordpress.com/168/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jennisaris.wordpress.com&amp;blog=9301358&amp;post=168&amp;subd=jennisaris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jennisaris.wordpress.com/2010/12/13/ayat-kursi-menjelang-tidur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ab50ee125d55731668b0b17163000152?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jennisaris</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
